Zumi Zola di Kenai Tuntutan 8 Tahun Penjara

Zumi Zola
Zumi Zola

Guberur Non-Aktif Jambi, Zumi Zola di Tuntut 8 Tahun Penjara

Gubernur non-aktif jambi yang juga mantan aktor, Zumi Zola di tuntut 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum KPK.

Zumi Zola kini telah terbukti menerima suap atau gratifikasi serta memberikan siap kepada DPRD provinsi jambi untuk pertanggungjawaban APBD 2017.

Dirinya juga melakukan siap untuk pengesahan APBD 2018.

Dalam tuntutannya, Jaksa Iskandar Marwanto membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (8/1//2018)

Jaksa Iskandar mengatakan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Zumi Zola Zulkifli berupa pidana penjara selama 8 tahun dan pidana denda sebesar Rp. 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.”

Selain itu jaksa juga merinci segala penerimaan gratifikasi yang telah di peroleh Zumi Zola selama menjadi gubernur aktif provinsi jambi

Dirinya di ketahui menerima gratifikasi melalui rekan-rekan swasta yang memiliki proyek-proyek di provinsi Jambi.

Uang suap di terimanya secara tidak langsung melalui dua orang kepercayaannya yakni Asrul Pandapotan Sitohang dan Apif Firmansyah.

Semenjak pelantikannya dalam menjadi Gubernur Jambi pada februari 2016 silam.

Ia saat itu juga telah memerintahkan kedua orang kepercayaannya tersebut untuk mencari uang ke beberapa rekanan proyek.

Uang tersebut di pakainya untuk melunasi hutang-hutang yang terkumpul saat dirinya melakukan kampanye pemilihan Gubernur.

“Meminta Apif Firmansyah melunasi hutang-hutang terdakwa selama kampanye.” ucap Jaksa Iskandar.

Baca Juga : Cawagub Baru Akan Segera di Pilih, Anies Minta ini

Hasil Korupsi Selama Ini

Jaksa Iskandar juga menyebutkan seluruh total penerimaan suap atau gratifikasi oleh Zumi sejak Februari 2016 hingga November 2017.

Semuanya sebesar Rp. 37,4 Miliar, USD 183.000, SGD 100.000 dan 1 Unit Toyota Alphard.

Selain itu Zumi Zola juga dituntut melakukan tindak pidana yakni memberikan suap kepada DPRD Provinsi Jambi.

Suap itu di tujukan untuk memperlancar pembahasan APBD dua tahun anggaran 2017 dan 2018.

Total pemberian suap yang diberikan untuk anggaran 2 tahunan itu mencapai Rp. 16 Miliar.

Dengan rincian untuk anggaran tahun 2017, Zumi mengirimkan anak buahnya yaitu Kabid Bina Marga Provinsi Jambi yang bernama Arfan memberi suap sebesar Rp. 12.940.000.000,-.

Di samping itu untuk anggaran tahun 2018 ia kembali memberi suap R. 3.400.000.000,- .

Jaksa penuntut umum juga memberikan lampiran hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.

Yakni perbuatan Zumi Zola di anggap tidak memberikan dukungan upaya pemerintahan dalam memberantas korupsi.

Sebagai tokoh atau sosok publik, sikap Zumi di anggap telah melukai kepercayaan masyarakat terhadap pejabat pemerintahan.

Adapun hal-hal yang meringankan terdakwa.

“Hal-hal yang meringankan tedakwa yakni menyesali perbuatannya.”

“Terdakwa juga berikap kooperatif dan berterus terang.”

“belum pernah dihukum. juga bersikap sopan selama persidangan.” ucap Jaksa Iskandar.

Ada juga selain itu, Zumi Zola dikenakan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik terpilihnya ia dalam jabatan publik selama 5 tahun setelah dirinya menjalani pidana pokok.

Mantan aktor tersebut dikenai pasal berlapis.

Yakni dalam pemberian suap, ia terjerat Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999.

sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sementara dalam pemberian gratifikasi, ia terkena pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999.

Sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.