Rusdi Kirana, Pemilik Lion Air Yang Merupakan Mantan Sales

Rusdi Kirana CEO Lion Air Group
Rusdi Kirana CEO Lion Air Group

Rusdi Kirana Sosok Pendiri Lion Air Group Yang Bekerja Menjadi Sales Mesik Ketik

Rusdi Kirana, merupakan pendiri yang juga sekaligus bos dari PT. Lion Mentari Airlines yang memiliki Lion Air, Salah satu maspakai penerbangan swasta di Indonesia.

Dan baru-baru ini terjadi sebuah kejadian yang menyedihkan.

Penerbangan Lion Air JT 610 menyisahkan luka yang mendalam.

Karena pesawat tersebut jatuh saat mengangkut ratusan penumpang.

Bicara soal Lion Air buruknya performa Lion Air pasti tidak terlepas dari sang pendiri sekaligus pemilik, Rusdi Kirana.

Akan tetapi berkat caranya memimpin, Lion Air sudah menjadi maskapai yang perkembangannya sangat cepat.

Baca Juga : Pesawat Lion Air Jatuh, 20 Pegawai Kementrian Keuangan Hilang

 

Sejarah Singkat Lion Air

Pesawat Boeing 737 milik PT Lion Mentari Airlines, Lion Air.
Pesawat Boeing 737 milik PT Lion Mentari Airlines, Lion Air.

Semenjak berdirinya Lion Air sejak tahun 1999. Maskapai ini sudah tumbuh berkembang dengan hebat.

Mereka mampu membeli ratusan pesawat hingga saat ini.

Lion Air pertama kali di dirikan oleh Rusdi Kirana berserta saudara kandungnya Kusnan Kirana pada akhir tahun 1999.

Pada tahap pertama, Lion Air dibangun hanya dengan satu pesawat

Dunia usaha dibidang penerbangan saat itu jauh dari rekam jejak Rusdi.

Karena Rusdi Kirana sendiri memulai karir hanya sebagai seorang salesman mesin ketik bermerek “Brother”.

Sementara Rusdi hanya memiliki penghasilan 10 US$ atau setara dengan Rp 120.000 per bulan dimasanya.

Namun sepanjang waktu bergulir, Lion Air kian berkembang pesat.

Rusdi sempat mencetak rekor serta menghebohkan dunia penerbangan internasional pada 2011 dan 2013 lalu.

Kontrak Pembelian Yang Fantastis

Pesawat Lion Air
Pesawat Lion Air

pada tahun 2011 Lion Air mencatatkan rekor dengan melakukan pembelian 230 pesawat Boeing 737 dari America dengan nilai kontrak 22,4 miliar US$ yang dilakukan di KTT Asia Timur, Bali November 2011.

Penandatanganan kontrak tersebut langsung disaksikan didepan Presiden America saat itu, Barrack Obama.

Obama mengatakan bahwa ini bukti dari peluang investasi terbuka dari Asia Pasifik.

Barrack Obama juga mengatakan “beberapa waktu lalu, saya berbicara tentang bagaimana bisa memastikan kehadiran disini”

“Karena hal ini berkaitan dengan krisis lapangan pekerjaan di negara kami”.

Menurut Obama, Perjanjian kontrak ini akan banyak memberikan kesempatan kerja baru bagi warga AS.

“Dan apa yang kita saksikan disini”.

“Kesepatakan bernilai miliaran dolar antara Lion Air”.

“Salah satu maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat tidak hanya di sini, tapi juga di dunia”.

“Dan dengan ini maka akan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja di Amerika Serikat untuk jangka waktu yang panjang”.

Kemudian pada tahun 2013 Lagi-lagi Lion Air melakukan pembelian secara massive.

PT Lion Mentar Airlines melakukan pemesanan 234 pesawat berjenis Airbus A320.

Pemesanan tersebut menerbitkan kontrak baru antara PT Lion Mentar Airlines dengan PT Airbus SE dengan nilai melebihi US$ 24 miliar.

Peresmian kotrak tersebut diadakan secara khusus di perancis yang juga di hadiri oleh presiden mereka saat itu Presiden François Hollande.

Lion Air menilai pembelian ini dilandaskan pada kuatlitas Airbus yang terkenal irit bahan bakar.

Selain dapat menghemat biaya, serta tetap bisa memberikan harga yang kompetitif untuk para konsumen.

Baca Juga : Lion Air Jatuh, Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Akan Fokus Dalam Pencarian Korban

 

Namanya Tidak Asing DiKancah Dunia International

Hingga saat ini nama Rusdi Kirana terus melejit di Dunia Penerbangan.

Tidak hanya heboh dengan pembelian skala besar. Rusdi sempat menggegerkan dunia penerbangan international karena dirinya “marah besar”.

Saat itu seluruh maskapai penerbangan Indonesia dilarang alias di black-list tidak boleh terbang ke Eropa.

Rusdi mengatakan ini sangat tidak adil dan bisa merusak bisnisnya.

Di samping itu, kisah sukses perjalanan Rusdi juga sejalan dengan karir politiknya.

Dirinya sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum di Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB

Dan Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada tahun 2015-2017 lalu.