Planet Mars Menjadi Bumi Kedua Akan Segera Bisa Terwujud

Penampakan Permukaan Planet Mars

Tidak Lama Lagi, Planet Mars Akan Segera Bisa di Huni

Sudah sejak lama manusia mempelajari seluk beluk tentang kehidupan di planet Mars. tujuan hanya satu, agar umat manusia dapat hidup dan tinggal di planet yang akrab di sapa planet merah tersebut.

para ilmuwan meyakini bahwa umur bumi tidak akan bertahan cukup lama melihat dari pemanasan global yang terjadi saat ini. Bahkan di perkirakan kiamat akan segera terjadi dengan mencairnya es abadi di kedua kutub.

Akan tetapi kendala terbesar yang di alami para astronot dalam meneliti planet tersebut adalah pasokan makanan. Kebutuhan akan konsumsi sangat terbatas saat perjalanan pergi maupun pulang.

Walaupun jarak planet Bumi ke Mars adalah yang terdekat di bandingkan planet lain. Perjalanan ini tetap memakan waktu cukup lama, yakni 210 hari.

Dengan waktu yang begitu lama di tambah jarak pulang pergi yang semakin lama maka pasokan makanan harus banyak. Atau bisa lebih baik jika pasokan makanan bisa di produksi langsung di luar angkasa.

Baca Juga : BepiColombo Meluncur, Kru Akan Mendarat di Merkurius Pada Tahun 2025

Gravitasi di Luar Angkasa Membuat Para Astronot Tidak Bisa Bercocok Tanam.

 

Nasa Melakukan Uji Coba Bercocok Tanam di Ruangan Nol Gravitasi

 

NASA sebelumnya sudah pernah mempelajari bagaimana cara bertani di luar angkasa. Namun hal itu yang terpikir mudah dan sederhana seperti itu tidaklah mungkin menurut NASA.

Hal ini disebabkan karena gravitasi rendah yang ada di luar angkasa. gravitasi yang rendah membuat tanah menjadi rendah nutrisi sehingga tanaman tidak dapat tumbuh.

Namun pada hari Rabu (17/10/2018) kemarin dilansir dari Science Daily sekelompok ilmuwan dan peneliti menemukan titik terang. Penelitian yang di pimpin oleh Lorenzo Borghi ini berkonsentrasi pada proses Mikroriza.

Yang mempelajari hubungan simbiosis antara jamur dan akar tanaman. Borghi menemukan bahwa hormon dari tanaman strigolakton dapat menjadi solusi bagi tanah yang rendah gizi dengan gravitasi rendah.

Hormon dari tanaman tersebut akan membantu pembentukan jamur dalam tanah meski dalam kondisi gravitasi 0. Hal ini membuat tanah menjadi lebih subur dan tanaman seperti kentang dan tomat dapat tumbuh dengan baik.

“Temuan ini akan membantu para astronot dapat bercocok tanam dengan baik di luar angkasa. Kami sangat berharap dengan penemuan ini dapat membuka jalan keberhasilan untuk bisa tinggal di Mars.