Pesawat Lion Air Jatuh, 20 Pegawai Kementrian Keuangan Hilang

Lion Air Boeing 737 max 8
Lion Air Boeing 737 max 8

Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh. Banyak Anggota DPRD dan Pegawai Kementrian Ikut Hilang.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 dinyatakan telah jatuh di laut utara Karawang atau Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Pesawat dengan penerbangan JT 610 ini menggunakan salah satu pesawat terbaru Lion Air.

Dengan model Boeing 737 Max 8, memiliki kapasitas 180 penumpang.

Kapal terbang ini baru saja resmi dioperasikan pada 15 Agustus 2018 lalu atau sekitar 2 bulan lebih dan memiliki kurang dari 800 jam terbang,

Penerbangan JT 610 total mengangkut 188 orang.

Yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, 2 pilot dan 5 awak kabin.

 

Awal Kejadian

Penerbangan JT 610 berangkat dari bandara seokarno-hatta pukul 06:20 pagi WIB.

Di jadwalkan akan tiba di pangkal-pinang pada pukul 07:10 WIB.

Akan tetapi pesawat tiba-tiba hilang kontak pada pukul 06:33, 13 menit setelah pesawat lepas landas.

Pihak dari Lion Air mengatakan bahwa pesawat sempat meminta return to base sebelum sesaat menghilang dari radar.

Kapal terbang dengan nomor registrasi PK-LQP ini dilaporkan terakhir kali terdeteksi oleh radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E.

Baca Juga : Jowoki Buat Tol Suramadu Gratis Hari ini, Ini Kata Masyarakat.

Penumpang Penting.

Dikabarkan bahwa sebanyak 20 orang pegawai dari kementrian keuangan ikut dalam penerbangan tersebut.

Nurfransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Kemenkeu mengatakan.

“Data sementara yang kita dapat ada sekitar 20 pegawai kemenkue yang ikut terbang dengan Lion Air JT610”.

“3 pegawai KPKNL Ditjen KN, 5 pegawai KPPN da Kanwil Ditjen Perben, dan 12 pegawai KPP Ditjen Pajak di Bangka dan Belitung”.

Bukan hanya itu, penerbangan JT 610 juga dikabarkan membawa 6 anggota DPRD wilayah Bangka Belitung.

 

Pencarian gabungan oleh Basarnas dan Nelayan.

Tim BASARNAS
Tim BASARNAS

Tim Badan SAR Nasional atau Basarnas menerima info jatuhnya pesawat pada pukul 06:50 WIB pagi tadi.

setelah melakukan kepastian data. Basarnas langsung berangkat dengan mengerahkan 160 orang.

Yang terdiri dari 130 orang tim SAR daerah gabungan dan 30 orang BSG (Basarnas Special Group).

Tim lalu berangkat dengan menggunakan kapal, helikopter serta speedboat.

Basarnas membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 20 menit untuk tiba di lokasi.

Sesampainya di lokasi tim langsung membentuk pasukan penyelam untuk melakukan penyelamatan.

Mengerahkan lebih dari 90 orang penyelam, Basarnas menemukan beberapa paspor, handphone, puing-puing kapal dan beberapa potongan tubuh.

Hingga saat ini Basarnas belum bisa menyebutkan penyebab pasti terjatuh kapal Lion Air JT 610.

Basarnas menyatakan akan terus melakukan pencarian selama kurang lebih 7 hari, dan apabila masih dibutuhkan waktu maka akan di tambah 3 hari pencarian.

Baca Juga : Dolar Naik Terus, Sejak Awal Tahun Rupiah Melemah 10.65 Persen