Pencipta Marvel Meninggal, Stan Lee Sang Legenda Telah Berpulang

Stan Lee, Pencipta Komik Marvel

Pencipta Marvel Stan Lee Meninggal, Karyanya Akan Tetap Abadi

Pencipta serta pengarang komik Marvel, Stanley Martin Lieber atau yang lebih akrab di sapa Stan Lee baru saja meninggal dunia kemarin (12/11/2018).

Lee meninggal di usianya yang sudah menginjak 95 tahun di Cedars-Sinai Medical Center in Los Angeles pada Senin (12/11/2018) pagi.

Ia menyusul kepergian istrinya yang lebih dahulu berpulang dua tahun lalu pada usia 93 tahun.

Semasa perjalanan karirnya sebagai pengarang komik, Stan Lee sudah berhasil menciptakan berbagai tokoh karakter superhero yang terkenal hingga sekarang.

Diantaranya Iron Man, Spider-Man, Hulk, Thor, Doctor Strange, Dare-Devil, X-Men, Fantastic Four, Ant-Man dan masih banyak lagi.

Komik-komik karangan Stan Lee sangat sukses menyita perhatian dunia berkat karya nya yang dianggap sangat luar biasa hebat.

Tidak hanya sukses dalam penjualan komiknya, bahkan karangan-karangan Lee di angkat menjadi film.

Dalam penciptaan cerita superheronya Lee sering kali berkreasi dengan mencampurkan beberapa cerita antar superhero yang bergulir bersamaan.

Ide briliant nya ini ternyata sangat di sukai oleh para pembacanya.

Sehingga pria yang akrab di sapa Lee akhirnya mengeluarkan ide baru yakni komik dengan alur cerita banyak superhero.

Ia pun lalu menerbitkan Marvel Comics pada tahun 1972 dan menjadi booming pada saat itu.

Komik miliknya mulai menjadi perhatian banyak mata para penjajak dunia entertainment.

Lalu pada tahun 1990, kisah superhero komik Lee pun diangkat menjadi film untuk pertama kalinya dengan judul Captain America.

Baca Juga : Chris Evans Berhenti Perankan Captain America, Ini Penyebabnya

 

Cinta Sejati Yang Akan Selalu Abadi

Stan Lee (Kiri) Bersama Mendiang Istrinya Joan (Kanan)

Di balik kisah kesuksesan karirnya yang cemerlang, Stan Lee juga tidak terlepas dari masalah percintaannya.

Bagaimana bukan menjadi masalah, ternyata Lee saat itu jatuh cinta kepada seorang wanita yang sudah memiliki suami.

Pada tahun 1947 nama Lee sudah terkenal sebagai komikus kenamaan yang populer berkat komik Marvelnya.

Kesuksesan Lee yang juga saat itu masih menjomblo membuat dirinya dikelilingi banyak wanita.

Tapi tidak ada seorang pun yang mampu meluluhkan hati Lee kala itu.

Siapa sangka ternyata Lee jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang wanita.

Joan Clayton Boocock seorang wanita model aksesoris topi dengan rambut merah tanpa sengaja muncul di hadapan Lee.

Lee pun berkenalan dengan Joan dan mulai berteman, namun sayangnya Lee mengetahui bahwa Joan sudah memiliki suami saat itu.

dua minggu pertemanan itu berjalan, membuat Lee semakin tergila-gila dan tidak lagi mempedulikan apakah joan sudah bersuami atau belum.

Banyak kabar dan rumor beredar sebelum bertemu Lee, Joan memang diketahui tidak mencintai suaminya saat itu.

Stan Lee pun akhirnya melamar Joan. Ia berkata “Pertama-tama, aku harus mengantarnya ke Reno (Nevada) untuk bercerai.”

Dilansir dari majalah People Joan menceritakan bahwa saat itu ia hanya kenal selama 24 jam dan menikah dengan suaminya akibat perjodohan.

“Aku hanya mengenalnya 24 jam.”

“Ketika kami memutuskan menikah. Kami memiliki banyak aspek untuk pernikahan bahagia.”

“Tapi setelah menikah dengannya setahun, aku mulai merasa dia membosankan.” Ujar Joan.

Keduanya akhirnya menikah tak lama setelah perceraian Joan diumumkan.

 

Sudah Jatuh Cinta Walau Belum Bertemu

67 tahun pernikahannya dengan Joan berlalu, Lee mengatakan kepada media Hollywood bahwa ia hingga saat ini masih sering jatuh cinta dengan Joan.

Ia membuka rahasia pada saat pertama kali melihat Joan, ia langsung menyadari bahwa Joan adalah cinta sejatinya.

Sebab jauh sebelum ia bertemu joan, Lee sudah sering menggambar semenjak ia masih remaja.

Salah satu gambar yang ia sering buat adalah rupa seorang wanita, dan gambar itu sama persis dengan sosok Joan Clayton Boocock.

“Ia adalah wanita yang aku gambar dulu. Tubuh, wajah dan rambut yang sama.”

“Dia adalah Imajinasi terbaikku bagaimana seorang wanita seharusnya terlihat.”

“Wanita yang sempurna. Dia adalah wanita yang selalu aku gambar seumur hidupku.”