Merpati Airlines Ingin Kembali Eksis, Kemenhub Wajibkan Minimal Punya 5 Pesawat

Pesawat Merpati Airlines

Merpati Airlines Ingin Kembali Eksis, Kemenhub Wajibkan Minimal Punya 5 Pesawat

PT. Merpati Nusantara Airlines (Persero) nampaknya tidak main-main dalam menyiapkan rencana bisnis mereka untuk kembali beroperasi di tahun 2019 nanti.

Sebab badan usaha milik pemerintah tersebut kabarnya akan segera mendapatkan dana segar dari Intra Asia Corpora sebagai investor.

Akan tetapi Surat Ijin Usaha Angkutan Udara (SIU AU) Merpati Airlines sudah tidak berlaku lagi alias kadaluarsa.

Berarti PT. Merpati Nusantara Airlines harus mengajukan izin kembali penyelenggaraan angkutan udara tersebut kepada pihak Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Saat ini SIU Merpati memang sudah mati.”

“Untuk mendapatkan IU baru, maka harus mengajukan kembali.” Ucap Sindu Rahayu, Kepala Bagian Kerjasama dan Human Dirjen Perhubugan Udara.

Sindu juga menjelaskan Merpati sejatinya harus memenuhi segala persyaratan yang harus di penuhi sebelum mengajukan ijin tersebut.

Tertuang dalam peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 25 Tahun 2008 sebagai bagian dari aturan undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan.

Pasal 5 dalam Permenhub menyebutkan bahwa syarat perusahaan jika ingin mendapatkan izin usaha penerbangan berjadwal khususnya dalam hal jumlah pesawat.

Baca Juga : Pencipta Marvel Meninggal, Stan Lee Sang Legenda Telah Berpulang

 

Bisa Terbang Tapi Ada Syaratnya

Kantor Kementrian Perhubungan

Perusahaan tersebut diwajibkan memiliki dua atau lebih unit pesawat udara yang dimiliki dan tiga unit atau lebih pesawat udara dikuasai dengan jenis yang mendukung kelangsungan usaha.

Artinya Merpati Airlines harus mampu mengoperasikan minimal 5 pesawat di tahun pertamanya beroperasi.

Di samping itu, mereka juga diwajibkan memiliki rencana bisnis untuk kurun waktu lima tahun kedepan.

Rencana bisnis itu wajib memiliki gambaran rencana pusat kegiatan operasi penerbangan seperti peta jaringan rute penerbangan.

Di tambah lagi, pada jaringan rute tersebut harus memiliki frekuensi, rotasi diagram penerbangan dan utilitas pesawat udara yang akan dilayani selama lima tahun kedepan.

Lalu rute penerbangan akan dibagi secara berkelompok.

Yakni melayani maksimal 55 persen untuk rute sangat padat dan rute padat.

Dan minimal 45 persen untuk rute kurang padat dan rute yang tidak padat.

Direktur Utama PT. Merpati Nusantara Airlines, Asep Eka Nugraha mengatakan.

Bahwa modal yang diberikan oleh Intra Asia Corpora untuk menghidupkan kembali Merpati sangatlah.

Tidak hanya itu, modal ini nantinya secara bertahap akan mampu melunasi utang perusahaan yang saat ini mecapai Rp. 10 triliun.