Mencegah Kanker Payudara Dengan Seks,Ini Mitos Atau Fakta?

Mencegah Kanker Payudara Dengan Seks,Ini Mitos Atau Fakta?

prioritasnews.com – Bagi masyarakat Indonesia kanker payudara sudah sering di dengar dan kanker payudara adalah penyakit yang mematikan dan paling sering menyerang wanita, meskipun pria juga bisa mengalaminya. Kanker payudara juga menjadi penyebab utama tingginya angka kematian dibandingkan dengan kasus kanker lainnya. Kanker payudara menjadi perhatian penting yang harus dihindari. Berbagai pencegahan dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker ini. Salah satunya adalah melalui seks, tapi apakah benar seks bisa mencegah kanker payudara? mari kita baca artikel kali ini mengenai kangker bayudara

Mencegah Kanker Payudara Dengan Seks,Ini Mitos Atau Fakta?

Seks dijadikan sebagai salah satu hal yang bisa mencegah kanker payudara, sebab wanita yang melakukan hubungan seks melalui vagina punya risiko lebih rendah terhadap kanker payudara daripada mereka yang tidak sering melakukan seks.

Selama anda berhubungan seksual, gairah akan meningkat hingga akhirnya mencapai orgasme. Maka pada saat itu tingkat hormon “kebahagiaan” turut meningkat. Dua dari hormon kebahagiaan ini adalah oksitosin dan DHEA yang mampu menjaga payudara bebas dari sel kanker.

Dan di sebuah penelitian menunjukan bahwa wanita yang berhubungan seks lebih dari sekali sebulan memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara daripada mereka yang kurang aktif secara seksualnya.

Untuk pria yang melakukan setidaknya 7 kali orgasme dalam sebulan di usia 50-an tahun memiliki peluang lebih rendah mengalami kanker payudara pria. Seks juga bisa membantu mencegah kanker payudara dengan cara lainnya

Seks Bagaikan Olahraga Yang Bisa Mencegah Kanker 

Seorang ahli jantung menyatakan bahwa hubungan seks mirip seperti latihan olaraga dengan intensitas sedang. Saat di puncak orgasme, detak kantung mungkin mencapai 110 denyut per menit, sebanding dengan saat Anda berjalan atau jogging.

Meskipun seks ini tidak bisa menggantikan posisi olahraga seutuhnya, setidaknya kalori yang dibakar saat seks membuat tubuh jadi lebih aktif. Seks bisa memangkas sekitar 5 kalori per menit, ini akan memicu jantung bekerja dengan baik dan akhirnya melatih berbagai otot otot yang ada di tubuh kita.

Ketika tubuh anda lebih aktif, tubuh akan menurunkan kadar hormon, seperti insulin dan estrogen, dan faktor pertumbuhan abnormal termasuk pertumbuhan sel sel kanker. Semakin tingginya kadar insulin dan estrogen ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara terhadap tubuh kita.

Seks Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Melawan Kanker

Penelitian dari Wikes University ia mengatakan bahwa orang yang terlibat seks sekali atau dua kali seminggu memiliki tingkat antibodi melawan infeksi yang lebih tinggi sebanyak 30 persen daripada orang yang tidak melakukan seks

karna sistem kekebalan yang baik ini akan mampu melawan sel kanker lebih optimal. Seks juga bisa membantu mencegah kanker payudara meskipun tidak secara langsung nya , melainkan dengan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Stres Yang jadi Faktor Risiko Kanker Dapat Hilang Karna Seks

Stres adalah salah satu dari faktor risiko terjadi nya kanker termasuk kanker payudara. Dengan mengatur stres maka ini membantu tubuh mengurangi risiko kanker payudara mendekati tubuh kita.

Pada saat seseorang mengalami stres, sel-sel tubuh akan secara alami memproduksi beberapa zat, termasuk ATF3, yakni sebuah gen induk di dalam tubuh yang muncul ketika kita mengalami stres yang berlebihan.

Jika zat tersebut terlampau banyak jumlahnya, maka akan mengganggu kerja sel dan akhirnya berkembang menjadi sel-sel kanker. Tak hanya itu sja, zat tersebut menyebabkan sel kanker mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga perkembangan kanker sangat cepat. Itu mengapa, menghindari stres adalah salah satu hal yang penting untuk mencegah kanker.

Seks bisa menjadi salah satu cara menurunkan risiko stres. Dilansir dalam laman Healthline, Dr Irwin Goldstein, direktur Pengobatan Seksual di Rumah Sakit Alvarado mengatakan bahwa kehidupan seks yang teratur memberikan kepuasan jangka panjang dengan kesehatan mental seseorang.