Manfaat Rumput Laut Untuk Kesehatan

Beberapa negara yang paling sering menghidangkan rumput laut sebagai menu harian adalah Jepang, Korea, dan Cina. Karena selain mudah untuk diperoleh, rumput laut kerap dijadikan sebagai bahan pokok untuk berbagai jenis makanan, seperti sushi, sup, salad, dan sebagainya.

 

 

Manfaat Rumput Laut

 

Bila dikonsumsi dalam batasan yang dianjurkan, rumput laut memberikan manfaat bagi tubuh. Berikut ini adalah diantaranya :

 

1. Mendukung fungsi kelenjar tiroid

Kelenjar Tiroid memproduksi hormon yang membanatu mengendalikan pertumbuhan, produksi energi, reproduksi, dan proses perbaikan sel yang rusak pada tubuh. Beberapa jenis rumput laut, seperti nori, wakame dan kelp memiliki kandungan yodium yang tinggi sebagai salah satu mineral yang dibutuhkan bagi kelenjar tiroid untuk menjalankan fungsinya.

 

2. Sumber vitamin dan mineral yang baik

Masing-masing jenis rumput laut memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda-beda. Menambahkan sedikit rumput laut dalam menu makanan sehari-hari tidak hanya menambahkan cita rasa dan tekstur pada makanan anda, namun juga merupakan cara yang baik untuk menambah asupan vitamin dan mineral. Rumput laut mengandung vitamin A,C,E, dan K,  serta asam folat, zink, natrium, kalsium, dan magnesium. Selain itu rumput laut juga dapat menjadi sumber yang baik untuk lemak omega-3 dan vitamin B12. Protein yang terkandung pada beberapa jenis rumput laut, seperti spirulina dan chorella, juga mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh.

 

3. Mengandung berbagai antioksidan

Antioksidan dapat membantu menurunkan reaktivitas dari radikal bebas, yakni zat tidak stabil yang terdapat pada tubuh. Produksi radikal bebas yang berlebih merupakan penyebab terjadinya beberapa jenis penyakit tertentu.

Dengan konsumsi rumput laut, kemungkinan terjadinya kerusakan sel menjadi lebih rendah. Beberapa komponen tertentu yang terkandung pada rumput laut seperti flavonoid dan karotenoid, diketahui dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

 

4. Sumber baik dari serat dan pollsakarida

Rumput laut memiliki kandungan serat dalam jumlah tinggi, yang diketahui dapat menunjang kesehatan saluran cerna. Selain itu, polisakarida pada rumput laut juga membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik yang terdapat pada saluran cerna.

 

5. Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol

Salah satu penelitian yang dilakukan selama 8 minggu pada hewan percobaan menunjukkan bahwa konsumsi rumput laut dapat menurunkan kadar kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, serta trigliserida dengan proporsi yang cukup bermakna. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hasil penelitian tersebut.

 

6. Membantu Mempertahankan atau Menurunkan Berat Badan

Beberapa jenis rumput laut, seperti rumput laut cokelat, mengandung pigmen fucoxanthin, yang dapat membantu mengubah lemak menjadi energi. Hal ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Food Chemistry, ditemukan bahwa alginat (serat alami yang terdapat pada rumput laut cokelat) dapat membantu sekitar 75% untuk menghalangi penyerapan lemak pada usus.

 

7. Membantu Mempercepat Penyembuhan Luka

Manfaat rumput laut yang tak kalah penting adalah membantu luka agar cepat sembuh. Rumput laut kaya akan vitamin K, dan vitamin ini berkoordinasi dengan trombosit – jenis sel yang dapat membentuk gumpalan/pembekuan darah. Vitamin K akan mengirim sinyal kimia di mana trombosit mengumpulkan darah dan membekukannya, sehingga saat Anda terluka, luka tersebut akan berhenti mengalir. Anda bisa memilih jenis rumput mana pun, namun perlu diketahui bahwa wakame memiliki kandungan vitamin K yang lebih sedikit.

Sebaiknya berapa banyak kita boleh mengkonsumsi rumput laut?

Terlalu banyak mengkonsumsi rumput laut dapat menyebabkan yodium yang berlebihan pada tubuh. Anda harus makan secukupnya saja, dan tidak berlebihan. Bagi anda yang menderita hipertiroidis sebaiknya anda menghindarinya, karena yodium akan semakin menstimulasikan tiroid.

 

Rumput laut mengambil mineral yang ada di laut, tempat mereka hidup. Bisa saja tanaman ini menyerap arsenik dan metal berat lainnya. Ketika dikonsumsi berlebihan, tentunya tidak akan baik untuk kesehatan tubuh.