Di Planet Ini, Indonesia Merupakan Negara Ke-2 Penyumbang Sampah Plastik Terbanyak !

Sampah di Lautan

Di Planet Ini, Indonesia Merupakan Negara Urutan Ke-2 Menjadi Penyumbang Sampah Plastik Terbanyak !

Tidak hanya Indonesia yang terkejut.

Tetapi seluruh dunia ikut kaget saat mengetahui ada sampah plastik sebanyak 5,9 Kilogram di temukan di dalam perut bangkai paus yang mati terdampar di kepulauan Wakatobi 18 November lalu.

Peneliti menilai paus sperma ini mati akibat terlalu banyak menelan sampah plastis di perairan Sulawesi Tenggara itu.

Hal ini membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turut prihatin atas kejadian ini.

Susi nampaknya tidak kaget melihat hal itu, bahkan dirinya mengungkapkan data yang mengejutkan akan masalah sampah plastik di Indonesia

Saat ini Indonesia tercatat sebagai negara penghasil sampah plastik ke laut terbesar nomor dua di dunia saat ini.

“Tahun 2030 kalau kita tidak kurangi bersama-sama, sampah akan lebih banyak daripada ikan di lautan kita.” Tegas Susi.

“Indonesia saat ini sudah menjadi negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. sampah plastik sangat berbahaya.” Lanjut Susi.

Menteru Susi juga mengatakan melalui kegiatan bersih-bersih pesisir laut yang bertemakan “Menghadap ke Laut” yang di selenggarakan hari ini.

Kegiatan ini sendiri di lakukan secara besar-besaran, yakni di 76 titik laut di indonesia yang memiliki jumlah limbah plastik sangat banyak.

“Gerakan ini sebagai bagian dari komitmen kita untuk mengurangi 70 persen sampah plastik yang menggunung di lautan.”

Susi juga menegaskan, berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sampah plastik di indonesia saat ini telah mencapai 64 juta ton/ tahun, dan sebanyak 3.2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Baca Juga : Pesawat Antariksa InSight Berhasil Mendarat, Menambah Catatan Bersejarah di Planet Mars

Menteri dan Gunungan Sampah

Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti

Masih dari sumber yang sama, data mencatat bahwa kantong plastik yang dibuang oleh orang indonesia saat ini telah menembus angka 10 miliar lembar per tahunnya.

Angka itu setara dengan 85.000 ton kantong plastik.

“Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0.3 – 5 milimeter.”

“Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut.” kata Susi.

Wita Sitompul selaku direktur Econusa Melda mengatakan.

Sebenarnya Menteri Susi sangat paham betul masalah sampah yang menyebabkan laut tercemar.

Efek lebih parahnya lagi adalah sumber daya di dalamnya menjadi berkurang bahkan rusak.

Maka dari itu Menteri Susi meresmikan dan menjadi ketua pembina gerakan bernama Pandu Laut.

Gerakan ini bertujuan khusus mengumpulkan para relawan secara resmi di bawah Kementrian Kelautan dengan upaya ingin mengurangi jumlah sampah di seluruh pesisir lautan Indonesia.

Para relawan tersebut menggelar aksi bersih-bersih pesisir pantai hingga beberapa ratus meter ke arah laut lepas.