Dolar Naik Terus, Sejak Awal Tahun Rupiah Melemah 10.65 Persen

Harga Dollar AS Naik Terus
Harga Dollar AS Terus Mengalami Kenaikan

Dolar Naik Terus, Sudah Membuat Rupiah Melemah 10.65 Persen Hingga Saat Ini

Kenaikan Dolar yang kian mengkhawatirkan terus terjadi. Hingga sampai sekarang kenaikan Dolar AS sudah menyebabkan harga rupiah melemah jauh sampai 10.65 persen.

Hal ini di sebabkan oleh perang dagang yang sedang terjadi antara Amerika dengan China. Kebijakan Presiden Trump ini menyebabkan nilai – nilai mata uang di negara berkembang melemah.

Kejadian ini pun menyebabkan para Investor asing menjadi khawatir dan enggan menanamkan modal mereka di negera berkembang seperti indonesia.

Tidak hanya Indonesia yang terkena imbasnya. Bahkan pelemahan terjadi lebih parah di negara lain seperti Brasil, India, Afrika Selatan dan Turki.

Akibat yang paling terasa adalah dampaknya untuk Industri Baja, Farmasi dan Tekstil. Karena hingga saat ini, industri – industri tersebut masih mengandalkan Impor luar negeri.

Bukan hanya itu saja, seluruh perekonomian seperti biaya – biaya konsumsi sehari – hari juga memiliki kemungkinan naik.

Baca Juga : Kisah Anak Muda Bermodal Rp 800.000 Bisnis Nugget Pisang via Medsos.

 

BI Berperan Penting Dalam Menjaga Kesetabilan.

Bank Indonesia 

Gubernur Bank BI, Dody Budi Waluyo mengatakan akan terus jaga kestabilan mata uang Rupiah. Dan akan melakukan Intervensi jika memang diperlukan.

Selama ini BI sudah beberapa kali melakukan intervensi di pasar valuta asing. Dengan membeli Surat Utang Negara yang terukur baik di pasar sekunder.

Dody memperkirakan bahwa situasi seperti ini akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Pemerintah RI pun di kabarkan telah melakukan fokus di pengembangan infrastruktur.

Tujuan dari pengembangan Infrastruktur ini tak lain dan tak bukan adalah untuk mendatangkan Investor. Dari pengembangan infrastruktur ini setidaknya indonesia kembali dilirik oleh 20 investor menurut pemerintah RI.

Kita harapkan saja agar perang dagang antar Amerika dan China dapat segera selesai. Sehingga keuangan di negeri berkembang seperti indonesia dapat stabil kembali.