Ciri-Ciri Bakso Yang Menggunakan Boraks

Pengawet boraks bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal. Sehingga boraks terkadang disalahgunakan oleh pedagang makanan terutama pedagang bakso yang mencampuri adonannya dengan bahan kimia ini.

 

Image result for bakso

 

Mengapa pemakaian boraks sangat dilarang dalam pencampuran pada komposisi makanan? Boraks diproduksi untuk bertujuan sebagai bahan pembuatan tekstil seperti pembuatan gelas, pengawet kayu, kertas dan keramik. Oleh karena itu boraks tidak digunakan sebagai bahan makanan, tetapi bahan tekstil. Selain itu, jika boraks tertelan ke dalam tubuh, akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan, salah satu diantaranya adalah :

1. Gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit
2. Gejala Pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi
3. Menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3-6gram

 

Lalu pihak mana sajakah yang merasa dirugikan untuk hal ini ?

Pedagang bakso yang curang menggunakan boraks dalam adonan baksonya untuk menekan biaya produksinya. Adonan bakso yang telah diberikan boraks akan membuat bakso lebih awet daripada bakso pada umumnya. Sehingga apabila bakso dagangan dari penjual bakso curang ini tidak laku pada satu hari, bisa dijajakan kembali hingga beberapa hari lagi. Pihak yang dirugikan dari beredarnya bakso yang mengandung boraks yaitu :

  1. Konsumen ( Masyarakat Umum )

Masih banyak masyarakat yang tidak tahu dari proses pembuatan bakso yang dimakan. Ancaman paling besar yaitu kesehatan dari konsumen itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan boraks bukanlah bahan kimia yang dikhususkan untuk mengawetkan makanan, melainkan untuk bahan pembersih dan pengawet kayu. Bahaya yang ditimbulkan mulai dari gangguan saraf hingga kematian. Yang lebih mencengangkan lagi, pedagang bakso yang curang ini mencampurkan boraks pada adonan bakso sesuka hati mereka atau dengan kata lain tanpa menggunakan takaran yang pasti.

2. Pedagang Bakso Yang Jujur

Dapat dipastikan bahwa omzet penjualan pedagang bakso yang jujur akan menurun , dikarenakan masyarakat semakin was-was untuk mengkonsumsi bakso bila masih banyak beredar bakso yang mengandung boraks. Padahal bakso yang dibuat oleh pedagang bakso yang jujur ini murni menggunakan bahan-bahan yang aman. Hal ini menyebabkan bakso dagangan mereka menjadi tidak laku dan berpotensi mengalami kerugian.

 

Ciri-Ciri Bakso Yang Mengandung Boraks

1. Warna

Dari segi warna, bakso yang mengandung boraks memiliki warna yang cenderung terang kekuningan dan seperti karet. Sedangkan bakso yang sehat alias tidak mengandung boraks memiliki warna yang cenderung gelap. Meskipun begitu, cara ini tetap harus membutuhkan kejelian tinggi untuk bisa membedakannya.

2. Aroma

Berbeda dengan bakso berboraks, bakso yang masih alami memiliki aroma daging yang khas. Sedangkan bakso yang terdapat boraks di dalamnya aromanya cenderung ke arah bahan kimia.

3. Kekenyalan

Bakso boraks biasanya berstektur sangat kenyal seperti karet. Apabila akan dibelah menggunakan sendok, bakso serasa akan melompat dan tidak mudah pecah. Sebaliknya dengan bakso berborak, bakso yang masih alami teksturnya jika ditekan akan sangat emuk dan mudah pecah. Selain itu jika dibelah bakso tanpa borak akan terlihat serat-serat di bagian belahan pada bakso.

4. Daya Pantul

Bakso boraks seperti karet, jika dipantulkan akan menghasilkan beberapa pantulan seperti halnya bola karet. Berbeda dengan bakso non boraks, bakso ini jika dipantulkan hanya akan menghasilkan sekali pantulan.

5. Rasa

Bahan kimia jika dirasakan rasanya pasti pahit. Jika bahan kimia boraks dicampurkan ke bakso pasti ada sedikit rasa pahit pada bakso. Selain itu bakso tanpa borak rasanya cenderung netral dan seperti rasa bakso pada umumnya dengan rasa daging sapi yang khas.