Boy Band Korea BTS di Batalkan Tampil di TV Jepang Gara-gara Kaos Bom Atom

BTS K-pop Boy Band
BTS K-pop Boy Band

Boy Band terkenal asal Korea, BTS di Tolak Untuk Tampil di TV Jepang setelah Salah Seorang Member Memakai Kaos Bom Atom

Boy Band K-pop asal Korea Selatan, BTS tidak jadi tampil di TV Jepang setelah sebuah stasiun terkenal di jepang, Asahi TV membatalkan jadwal penampilan mereka.

Pihak penyelenggara acara menjelaskan

Keputusan ini diambil setelah salah seorang anggota BTS mengenakan baju dengan gambar awan jamur (ledakan bom atom). Seperti yang dilansir oleh VOA Indonesia, pada Jumat (9/11/2018) kemarin.

Mulanya, Boy Band K-pop dengan 7 anggota member itu di jadwalkan akan tampil di Asahi TV pada hari Jumat waktu setempat.

Tetapi stasiun televisi tersebut secara mendadak dan sepihak membatalkan penampilan BTS.

Hal ini terjadi dikarenakan salah seorang member mereka, Jimin yang mengenakan kaos bom atom sempat viral dan terkenal.

“Penampilan BTS yang dijadwalkan pada tanggal 9 November (kemarin) dibatalkan.”

“Karena kaos yang dipakai salah seorang anggota mereka menjadi berita utama dan kontroversial.” kata Asahi TV.

Asahi TV sendiri mengatakan bahwa pihaknya sudah mengklarifikasi kepada pihak Label Entertainment BTS mengenai “motivasi” di balik aksi pemakaian baju tersebut.

Setelah diskusi panjang, pihak stasiun TV akhirnya memutuskan untuk membatalkan penampilan mereka.

Baca Juga : China Tampilkan Pembawa Berita Yang Ternyata Bukan Manusia, Melainkan…

 

Motif Baju yang dianggap menyinggung

BTS Jimin Mengenakan Baju Yang di Anggap Menyinggung Jepang
BTS Jimin Mengenakan Baju Yang di Anggap Menyinggung Jepang

BTS sendiri juga sudah mengeluarkan pengumuman pada situs resminya bahwa mereka tidak jadi tampil di negeri sakura tersebut.

Namun, tidak ada keterangan ataupun rincian mengapa mereka tidak jadi tampil.

Dalam situs resminya mereka menulis.

“Kami meminta maaf karena telah membuat kecewa para fans yang telah menantikan pertunjukan tersebut.”

“BTS akan melanjutkan upaya mereka untuk menjalin hubungan dengan penggemar di atas panggung  dan juga melalui musik.”

Kaos yang menjadi viral di dunia maya itu dianggap menyinggung perasaan pihak Jepang dengan bertuliskan “PATRIOTISM OUR HISTORY LIBERATION KOREA” secara tebal dan berulang-ulang.

Tidak hanya itu, tulisan-tulisan tersebut juga di iringi dengan gambar ledakan bom atom dan gambar orang korea merayakan pembebasan.

Pada Perang Dunia ke-2 banyak sekali warga negara Korea yang dijadikan budak oleh tentara Jepang. Tercatat sekitar 670.000 jiwa dibawa ke jepang sebagai tenaga kerja paksa.

Salah satu anggota member BTS, Jimin dilaporkan telah mengenakan pakaian tersebut pada tanggal 15 Agustus 2017 lalu.

Saat itu dirinya tengah merayakan akhir kependudukan jepang pada tahun 1945.

Sejak dulu hingga sekarang, hubungan antara Jepang dan Korea Selatan terus menerus menjadi topik yang sensitif.

Perselisihan antar keduanya kerap kali mengangkat hal tentang sejarah, wilayah yang dihasilkan dari penjajahan brutal Jepang di tahun 1910-1945 atas semenanjung tersebut.

Bulan lalu, Pihak Jepang juga sempat marah setelah pengadilan tinggi di Korea Selatan meminta perusahaan raksasa baja asal Jepang untuk bertanggung jawab.

 

Fenomenal di Seluruh Dunia, BTS

Mereka meminta pihak tersebut untuk memberikan kompensasi ganti rugi kepada para korban penjajahan saat program kerja paksa di masa perang silam.

Grup boy band BTS sendiri saat ini adalah grup k-pop yang fenomenal sejak awal tahun 2018.

Membuat sejarah pada awal tahun ini, mereka menjadi grup K-pop pertama yang berhasil menduduki puncak tangga lagi Amerika Serikat.

Prestasi luar biasa itu dianggap sebagai tolak ukur meningkatnya daya tarik global pada genre musik K-pop.