Beberapa Macam Gejala Darah Tinggi Mulai Dari Ringan HIngga Parah

Beberapa Macam Gejala Darah Tinggi Mulai Dari Ringan HIngga Parah
Beberapa Macam Gejala Darah Tinggi Mulai Dari Ringan HIngga Parah

Tekanan darah tinggi biasanya muncul tanpa adanya gejala yang pasti, banyak orang dalam kondisi seperti ini tidak menyadari bahwa dirinya sudah terserang penyakit darah tinggi / hipertensi tanpa merasakan gejala apapun.

 

https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 06 481 1907358 tekanan-darah-tinggi-bisa-diatasi-dengan-melakukan-kebiasaan-ini-LJR8djhCPm.png

 

Meskipun gejalanya cenderung samar, bukan berarti penyakit ini tidak berbahaya. Faktanya adalah tekanan darah yang tidak terkontrol dengan baik dapat merusak pembuluh darah arteri, khususnya pada ginjal atau mata. Bukan hanya itu saja, tekanan darah tinggi juga akan meningkatkan risiko anda terkena penyakit kronis seperti stroke, serangan jantung, dan berbagai masalah pada pembuluh darah lainnya dikemudian hari.

 

Bahaya Penyakit Darah Tinggi Yang Tidak Boleh Di Sepelekan

Hipertensi atau darah tinggi juga dapat diartikan secara sederhana sebagai tekanan darah yang diatas batas normal. Tekanan darah adalah tekanan terhadap dinding arteri saat dipompa keluar dari jantung anda. Kekuatan tekanan darah ini bisa juga berubah dari waktu ke waktu, dan dipengaruhi oleh berbagai aktivitas anda sehari-hari ( misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal / istirahat ) dan daya tahan pembuluh darahnya.

Biasanya setelah anda memiliki tekanan darah tinggi, tubuh anda akan rentan mengalami berbagai gangguan. Pada dasarnya penyait ini memaksa jantung untuk bekerja lebih keras guna mendorong darah melalui arteri. Meskipun kita biasanya berpikir bahwa otot yang lebih besar adalah hal yang baik, lain ceritanya dengan otot jantung. Pembersaran otot jantung bukanlah tanda kesehatan yang baik.

Otot-otot jantung yang menebal akan membuat jantung kesulitan untuk membuat jantung kesulitan untuk memompa darah. Selain itu tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan arteri yang mengelilingi jantung mengeras, akhirnya mengarah ke serangan jantung.

Kenaikan tekanan darah juga dapat melemahkan pembuluh darah di ginjal. Padahal ginjal adalah organ yang bertugas untuk membersihkan kotoran dari tubuh. Jika pembuluh darah mulai terganggu, maka ginjal juga akan terkena dampaknya.

Jika hal ini terjadi, maka racun yang berbahaya yang tidak bisa disaring oleh ginjal akan masuk dan menumpuk di aliran darah. Akibatnya, anda akan memerlukan transplantasi ginjal atau cuci darah.

 

Berbagai Macam Gejala Darah Tinggi Yang Harus Diwaspadai

Kebanyakan orang dengan hipertensi tidak memiliki tanda atau gejala yang dapat diamati. Padahal tekanan darah mereka sudah berada di level yang berbahaya. Satu-satunya cara untuk mengetahui anda gejala darah tinggi atau tidak adalah dengan rutin cek tekanan darah.

1. Tekanan Darah Anda Diatas 140/90 milimeter raksa / mmHG

Tekanan darah dalam keadaan normal jika menunjukkan angka 120/80. Sedangkan seseorang baru disebut memiliki darah tinggi atau mengidap hipertensi jika hasil tes tekanan darah menunjukkan angka 140/90 mmHG atau lebih.

Perlu diketahui bahwa tekanan darah sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah saat jantung relaksasi.

2. Sakit Kepala

Beberapa orang dengan hipertensi mungkin mengalami sakit kepala ringan atau kronis. Namun, gejala darah tinggi satu ini mungkin tidak terlalu anda rasakan hingga tekanan darah anda benar-benar tinggi.

Jika Anda pernah mengalami sakit yang berlangsung secara intens dan tak juga mereda meski sudah minum obat, Anda mungkin mengalai hipertensi krisis. Segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut.

3. Kembung dan sulit buang air kecil

Hipertensi erat kaitannya dengan penyakit diabetes dan ginjal. Jika pembuluh darah ginjal mengalami kerusakan karena efek samping lonjakan tekanan darah, maka ginjal mungkin akan berhenti berfungsi untuk menyaring racun dan cairan ekstra dari tubuh.

Jadi, penting bagi Anda untuk memerhatikan kebiasaan buang air kecil Anda sehari-hari, apakah masih dalam kisaran normal atau tidak. Jika Anda mencurigai gejala darah tinggi karena kondisi ini ditambah Anda juga memiliki berbagai gejala yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter.

4. Penglihatan Buram

Selain berdampak pada kerusakan jantung, otak, dan ginjal, juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada mata Anda. Ya, tekanan darah tinggi dapat memengaruhi pembuluh darah di mata yang dapat menyebabkan pembengkakkan.

Makin tinggi tekanan darah Anda dan makin lama Anda mengalami kondisi tersebut, maka lebih besar kemungkinan Anda untuk mengalami kerusakan yang berat pada mata Anda.

5. Sulit menjaga keseimbangan

Sering merasa tiba-tiba pusing dan sulit keseimbangan bisa menjadi tanda peringatan awal stroke yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Jika pusing dan hilang keseimbangan yang Anda alami disebabkan oleh alasan yang jelas seperti menonton film 3D, main komedi putar di pasar malam, berdiri terlalu cepat dari posisi duduk, Anda tak perlu khawatir.

Namun jika Anda mengalaminya terus menerus tanpa diketahui penyebab pastinya, ini bisa jadi gejala darah tinggi yang tak boleh Anda abaikan.

 

Faktor Risiko Hipertensi Yang Tidak Bisa Diubah

1. Usia

Risiko Anda terkena darah tinggi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Pasalnya, semakin bertambah usia, pembuluh darah kita semakin kaku, tidak elastis lagi. Akibatnya, tekanan darah pun semakin meningkat. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak meskipun jarang.

2. Riwayat hipertensi keluarga

Bila orangtua, saudara kandung, atau anggota keluarga lainnya punya tekanan darah tinggi, Anda jadi lebih berisiko kena hipertensi.

3. Jenis kelamin

Hingga mencapai usia 64 tahun, pria lebih rentan kena tekanan darah tinggi daripada wanita. Sedangkan pada usia 65 tahun ke atas, wanita yang lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi.

 

Faktor risiko hipertensi yang masih bisa diubah

1. Obesitas dan kelebihan berat badan

Obesitas dan kelebihan berat badan merupakan faktor risiko terbesar yang meningkatkan risiko hipertensi. Semakin berat massa tubuh Anda, semakin banyak darah yang diperlukan untuk mengantar oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan tekanan dalam arteri meningkat agar bisa mengendarkan darah dengan lancar. Akibatnya, jantung yang dipaksa kerja keras lama-lama bisa mengalami kerusakan.

2. Minim aktivitas fisik

Orang yang malas gerak detak jantungnya cenderung tinggi. Ini artinya jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memopa darah dalam setiap detaknya. Namun, saat Anda olahraga tubuh akan menghasilkan hormon yang melemaskan pembuluh darah dan menurunkan tekanan dalam darah. Minimnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko Anda mengalami kelebihan berat badan.

3. Konsumsi garam berlebih

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam dapat mengganggu keseimbangan natrium alami yang dalam tubuh Anda. Tak hanya itu, kandungan natrium dalam garam juga dapat mempersempit pembuluh darah. Kedua hal ini kemudian bisa meningkatkan tekanan darah.

4. Kecanduan alkohol

Konsumsi alkohol dalam takaran kecil mungkin akan memberikan manfaat pada tubuh Anda. Namun lain ceritanya jika Anda mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan. Pasalnya, hal tersebut dapat memengaruhi sistem saraf dan mempersempit pembuluh darah. Akibatnya, detak jantung dan tekanan darah pun bisa meningkat.

5. Merokok

Tak hanya meningkatkan tekanan darah saja, bahan kimia yang terkandung dalam rokok juga dapat merusak pembuluh darah Anda. Hal ini menyebababkan penyempitan pembuluh arteri yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan orang yang jadi perokok pasif atau menggunakan tembakau jenis lain pun juga berisiko kena hipertensi.

6. Stres

Stres berat dapat meningkatkan tekanan darah secara cukup drastis, meskipun hanya untuk sementara. Selain itu, ketika Anda stres kemungkinan besar Anda jadi tidak memerhatikan pola makan, kurang olahraga, merokok, atau minum alkohol – yang kemudian bisa jadi faktor risiko hipertensi.