AS Ternyata Bantu Arab Saudi Tutupi Kasus Kematian Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

AS Ternyata Bantu Arab Saudi Tutupi Kasus Kematian Jamal Khashoggi

Amerika Serikat (AS) dinilai telah menutup-nutupi Kasus Kematian Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi yang melibatkan putra mahkota negeri minyak tersebut.

Dugaan ini dilontarkan oleh mantan pejabat Badan Intelijen Pusat AS atau CIA yang pernah menangani kasus-kasus khusus di bagian timus tengah, Bob Baer.

Dalam wawancaranya dengan CNN.

Bob mengatakan bahwa Gedung Putih (AS) terkesan seperti menutup-nutupi kasus tersebut.

Padahal jika ingin di usut tuntas, proses tidak akan memakan waktu yang lama menurut bob.

“Hingga saat ini, Gedung Putih terkesan menutup mata dan sengaja tak merespon atas apa yang sedang terjadi di Saudi.” ucap Baer dikutip dari media Turki.

Jamal Khashoggi adalah seorang jurnalis Arab Saudi yang di bunuh di gedung konsultan Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Saat itu Jamal sedang ingin mengurus dokumen pernikahannya di gedung tersebut pada tanggal 2 Oktober lalu.

Riyadh kemudian melontarkan pernyataan bahwa Khashoggi tewas dalam pertikaian sebelum mengakui bahwa dia merupakan korban pembunuhan berencana.

Pemerintah Turki lalu mengeluarkan pengumuman telah memecat lima orang pejabat dan menangkap 18 orang yang di duga memiliki hubungan dengan kasus tersebut.

Media Turki lainnya, Daily Sabah mengungkapkan telah mendapatkan citra X-ray isi tas dari 15 pelaku pembunuhan Khashoggi.

Tim itu diketahui dipimpin oleh Maher Abdulaziz Mutreb yang dilaporkan adalah seorang pengawal Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Disisi lain, Surat Kabar AS, The New York Times mengabarkan, Mutred saat itu melakukan panggilan telepon untuk melaporkan misinya.

“Pergi, katakan kepada bos Anda bahwa operasi telah berhasil diselesaikan.”

Demikian perkataan Mutred yang diketahui dirinya sering kali mendampingi putra mahkota itu.

Pejabat Intelijen Turki percaya perkataan “Bos Anda” itu mengarah kepada Mohammed Bin Salman atau MBS.

Dan di perkirakan dalam panggilan telepon tersebut Mutred tengah menelepon salah seorang asisten putra mahkota MBS.

Baca Juga : Banyak Peserta Tidak Lulus, Menpan RB Tegaskan Tidak Ada Ujian Ulang

Menurut Mantan CIA, Kasus Ini Terkesan di Perlambat

Robert Booker Baer atau Bob Baer, Seorang Penulis Yang Merupakan Mantan Agen CIA

Bob Baer juga menjelaskan, dari perkembangan di Arab Saudi saat ini, bisa dikatakan MBS merupakan seorang otokrat yang menjalankan seluruh negara.

Baer juga mengatakan dirinya tidak yakin bahwa Saudi akan melaksanakan operasi secara mendalam dalam kasus pembunuhan Khashoggi ini.

Ia juga melihat ucapan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton.

Yang sempat mengatakan bahwa bukti rekaman suara dalam kejadian pembunuhan tersebut tidak bisa di anggap merujuk ke putra mahkota itu.

Adalah sebuah kekeliruan yang besar dan bisa dikatakan mengada-ada.

Mantan agen CIA itu mengatakan.

“Kemungkinan Mohammed Bin Salman yang memerintahkan operasi tersebut sekarang bisa dikatakan mencapai 100 persen”.

Dia melanjutkan, sampai sekarang Saudi tengah bergejolak dengan adanya usaha pemerintah mendongkel MBS dari posisinya sebagai putra mahkota.

“Kami tidak mempunya orang dalam yang bisa diandalkan.”

“Jadi, Kamu seperti tidak tahu apa yang harus kami lakukan sekarang.” jawabnya.

Khashoggi diyakini dicekik dengan menggunakan kantong plastik setelah dia masuk ke dalam gedung konsultan Saudi di Turki.

Terdengan dalam rekaman, dia sempat memohon dilepaskan dan mengaku menderita klaustrofobia.

Mayat jurnalis berusia 59 tahun itu dimutilasi dan dilenyapkan.

Menggunakan cairan asam hingga tak bersisa di kediaman dinas konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul Mohammed al-Otaibi Tandbul.

Penasihat Presiden Turki, Yasin Aktay menjelaskan.

Jenazah jurnalis itu dimutilasi terlebih dahulu agar lebih mudah dilarutkan menggunakan cairan asam.

Menurut sumber dari kantor jaksa penuntut Turki mengungkapkan.

Para pelaku di dalam gedung tersebut melarutkan mayat Khashoggi hingga menjadi cairan dan dibuang ke saluran air.

Bahkan sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya ini.

Mereka mengklaim berhasil menemukan contoh bukti sample cairan asam dan bahan kimia di saluran air dan kebun pada tempat tinggal Otaibi.