Tak Ingin di Sudutkan, AS Janji Akan Ungkap Pelaku Pembunuhan Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Merasa di Anggap Sepihak dengan Arab Saudi, AS Janji Akan Ungkap Pelaku Pembunuhan Jamal Khashoggi

Mike Pence, wakil presiden Amerika Serikat mengatakan AS berjanji akan mengungkap siapa pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi cepat atau lambat.

Dirinya memastikan bahwa pelaku pembunuhan akan dibuat mempertanggung jawabkan segala perbuatannya yang dianggap sebagai kejahatan pembunuhan berencana.

Melalui Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC, di Port Moresby, Papua Niugini, Pence mengemukakan kegeramannya.

Sebab dirinya menganggap bahwa kejahatan yang menyeret keluarga raja Arab Saudi ini merupakan sebuah bencana.

Dalam pidatonya Mike Pence mengatakan.

“AS bertekad membawa mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu untuk bertanggung jawab.”

“Kami mengikuti fakta yang ada.”

Pence secara tegas mengeluarkan pernyataannya setelah beredar kabar dari laporan Badan Intelijen Pusat atau CIA.

Keterangan laporannya CIA pada sebelumnya.

Mereka membeberkan bukti percakapan yang sangat besar diyakini bahwa putra mahkota raja Arab Saudi, Mohammed Bin Salman terlibat dalam pembunuhan berencana tersebut.

Laporan CIA menyebutkan bahwa Khashoggi memang sengaja dipancing keluar oleh adik Mohammed Bin Salman, Pangeran Khalid Bin Salman.

Khalid sendiri diketahui menjabat sebagai duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat.

Menggunakan telepon, Khashoggi sengaja di ajak keluar untuk mendatangi geduk Konsul Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.

Dengan alih-alih memiliki masalah dalam dokumen pengurusan pernikahannya, Jurnalis itu dimintai datang dengan membawa dokumen-dokumen kepengurusannya.

Jamal Khashoggi pun tanpa curiga mendatangi gedung tersebut dengan membawa berkas-berkas dokumen pernikahannya yang akan dia urus tersebut.

Baca Juga : AS Ternyata Bantu Arab Saudi Tutupi Kasus Kematian Jamal Khashoggi

 

Rekaman Suara Mengerikan Tentang Rencana Pembunuhan

Mike Pence, Wakil Presiden Amerika Serikat

Pence melanjutkan bahwa AS berjanji menyeret pelaku pembunuhan ini hingga ke pengadilan dan tetap mempertahankan hubungan kenegaraan bersama Riyadh.

Pernyataan resmi Arab Saudi pada Kamis (15/11/2018) lalu menyebutkan bahwa Khashoggi dibunuh oleh 5 orang dengan memakai suntikan obat bius dengan kadar dosis yang sangat tinggi.

Setelah meninggal, mayat Khashoggi  di mutilasi menjadi bagian-bagian kecil lalu di serahkan kepada seseorang yang sudah menunggu di luar gedung.

Riyadh juga sekali lagi menyangkal dengan apa yang di katakan CIA.

Saudi mengatakan bahwa MBS atau Mohammed Bin Salman tidak terlibat dalam pembunuhan berencana yang menewaskan Jurnalis The Washington Post itu.

Sebelumnya Kantor Jaksa Arab Saudi mengeluarkan perintah untuk membawa paksa Khashoggi untuk diberikan kepada wakil Kepala Intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri.

Assiri kemudian membentuk tim yang berjumlahkan 15 orang di bentuk kedalam tiga tim kecil yakni tim negosiasi, tim logistik dan tim intelijen.

Para anggota tim tersebut di terbangkan ke Istanbul. Turki untuk bertemu dengan Jamal Khashoggi.

Setelah bertemu dengan Jamal anggota tim berusaha membujuk agar pria 59 tahun itu mau kembali ke Riyadh.

“Namun karena negosiasi gagal. Kepala tim negosiator memerintahkan untuk membunuh Khashoggi.”

Itulah pernyataan kantor jaksa penintin Arab Saudi.

Dalam rekaman suara pertama milik CIA yang berdurasi 7 menit.

Terdapat suara Khashoggi yang sedang bergerak kuat atau meronta untuk membebaskan diri dari situasi tercekik yang di duga dengan menggunakan tali atau kantung plastik.

Rekaman suara yang kedua keadaan dimana Khashoggi masih belum datang, terdengar suara sekelompok orang berdiskusi tata cara membunuhnya.

Diskusi ulang sekelompok orang tersebut memastikan persiapan dan langkah-langkah serta tugas masing-masing dalam menghabisi Jamal Khashoggi.