Apakah Benar Beras Merah Termasuk Bahan Makanan Yang Berbahaya

Apakah Benar Beras Merah Termasuk Bahan Makanan Yang Berbahaya

www.prioritasnews.com – Sebagian besar orang tahu bahwa mengkonsumsi beras merah sangatlah baik , terutama bagi penderita diabetes. Belum begitu banyak pula yang tahu resiko mengkonsumsi beras merah. Sebagian besar  orangpun berkata bahwa beras merah sangatlah baik untuk menerapkan diet sehat. Meskipun beras putih dan beras merah sering dibandingkan untuk kandungan nutrisinya, tetap saja beras merah yang memenangkan kebaikan dari kandungan nutrisi tersebut.

 

Kontaminasi Silang

Ketika beras merah terdengar dapat dijadikan sebagai bahan alternatif, banyak produsen yang mulai melakukan pengolahan bahan pangan yang menggunakan beras merah menjadi tepung, roti dan mie dan juga berbagai macam lainnya.

Namun demikian, dalam proses pembuatannya, banyak pabrik yang belum mengetahui ilmu dasar dalam mengkonsumsi beras merah, akibatnya produk yang dihasilkanpun mungkin tidak dapat dikonsumsi oleh penderita alergi tertentu.

Hal ini terjadi bukan karena beras merah itu sendiri, melainkan adanya campuran lain yang ada didalamnya. Sebagai contoh, pembuatan roti beras merah menggunakan campuran gula, kacang dan juga gluten.

Alergi yang terjadi pada konsumen yang menikmati roti tersebut bisa saja berasal dari bahan lain selain tepung beras merah itu sendiri. Oleh karena itu para pembeli yang memiliki alergi tertentu disarankan untuk mengecek ulang komposisi bahan pada produk olahan beras merah.

Jika dokter menyarankan untuk mengkonsumsi beras merah, maka sebaiknya si pembeli tersebut wajib untuk memilih beras merah murni tanpa adanya campuran apapun.

 

Ada Beberapa Campuran Yang Terkandung Dalam Sebagian Beras Merah

1. Asam Alpha Picolinic

Ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh kebanyakan orang ketika memasak nasi putih dalam jumlah berlebih. Jika beberapa orang membuang sisa nasi tersebut, maka sebagian yang lain memilih untuk menyimpannya dalam wadah tertutup dan memasukkannya kedalam lemari es. Dengan cara penyimpanan seperti ini, nasi putih tersebut masih layak dikonsumsi hingga lebih dari satu minggu.

2. Kandungan Arsenik

Senyawa arsenik terkenal tidak hanya sebagai salah satu faktor perusak lingkungan. Namun juga sebagai bahan yang mematikan bahkan dalam jumlah kecil dalam tubuh. Kandungan ini tidak hanya ditemukan didalam beras merah saja, namun pada beras secara umum.

3. Aspergilus Section Flavi

Sebelumnya telah disebutkan bahwa menyimpan nasi merah terlalu lama dapat memicu pertumbuhan mikro-organisme.

Diantara berbagai bakteri dan jamur yang mungkin tumbuh pada beras merah. Aspergilus Section Flavi adalah satu yang paling berbahaya bagi kesehatan konsumen.

Jamur berbahaya ini dapat tumbuh pada beras merah yang belum ataupun yang sudah dimasak.

Oleh karena itu, konsumen yang akan mengkonsumsi beras merah disarankan untuk mencuci beras dengan benar dan menghabiskan porsi yang dimasak sesegera mungkin. Selain itu konsumen diharapkan memperhatikan tempat penyimpanan beras merah dan juga tempat pembeliannya.

 

Resiko yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi beras merah terpusat pada lapisan terluar beras itu sendiri. Dibandingkan beras putih yang melalui proses lebih panjang. Beras merah menyisakan lapisan luar yang menjadi sarang berbagai penyakit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*