Terlalu Stress, Ini 6 Gejala Kecemasan Yang Bisa Terjadi, Pernahkah Kamu Alami ?

6 Gejala Kecemasan Akibat Stres

6 Gejala Kecemasan Akibat Stress Yang Bisa Terjadi, Pernahkah Kamu Alami Gejala-gejala Ini ?

Gejala Kecemasan yang di akibatkan oleh stres dapat terjadi kepada setiap orang baik usia muda ataupun orang tua.

keseharian yang jadwal yang padat serta rutinitias yang terus berulang-ulang, membuat tenaga baik fisik ataupun psikis kita dapat terkuras.

Akibatnya tidak hanya tubuh yang merasa lelah tetapi juga daya otak kita yang menurunkan dan menyebabkan stres yang dapat memicu kecemasan.

Sebuah organisasi kesehatan mental terkenal di Australia, Beyond Blue.

Menyatakan bahwa satu dari lima pria di dunia akan mengalami kecemasan pada suatu masa atau tahap tertentu dalam hidup mereka.

Lantas, apa saja kah yang menyebabkan mereka berada dalam tingkat kecemasan tersebut.

Banyak sekali faktor penyebab kecemasan tersebut yang berawal dari stres antara lain.

Hubungan dengan keluarga, pertemanan, keuangan, karier, maupun masalah asmara.

Sebenarnya hal itu normal terjadi dan akan berhenti dalam situasi atau tahap tertentu dan kemudian berlalu.

Namun, peristiwa yang sama kerap terjadi lagi, berulang-ulang sehingga menimbulkan perasaan berat dalam diri dan memunculkan stres atau lebih parah trauma.

Akibatnya akan muncul kecemasan dalam diri.

 

Mereka yang cemas harus selalu di dampingi agar mereka nyaman

Kecemasan sendiri adalah suatu kondisi dimana stres yang muncul akibat efek negatif dari suatu peristiwa mulai berpengaruh kepada keadaan fisik.

Ada banyak sekali tanda-tanda kecemasan, tergantung pada keadaan individu setiap masing-masing.

Akan tetapi tanda tersebut biasanya dapat diketahui melalui hal-hal dasar misalkan.

Rasa takut akan berbuat kesalahan, takut tidak bisa melakukan hal dengan baik.

Khawatir mendalam  tentang penilaian orang, ketakutan besar karena akan di anggap “buruk”oleh orang lain.

Bagi mereka yang menderita kecemasan ini sering kali melihat ancaman dan bahay yang sebenarnya tidak ada.

Mereka juga cenderung akan bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang kecil.

Dan di dalam keseharian, rasa cemas ini bisa muncul dalam bentuk yang ringan cenderung sepele.

Seperti memeriksa sesuatu yang sudah jelas, mengecek pintu atau jendela yang sudah terkunci berulang-ulang.

Kondisi cemas seperti ini juga bisa terjadi dalam bentuk perasaan yakni mudah marah, ceroboh atau tidak konsentrasi saat di ajak berinteraksi.

Selain itu penderita kecemasan berlebihan ini juga tidak bisa membuat keputusan secara cepat dan secara akal sehat.

Sayangnya pria yang mengalami kondisi ini sering kali takut meminta bantuan atau bahkan tidak sadar.

Padahal bagi mereka yang mengalami hal ini, seharusnya segera meminta bantuan.

Bisa kepada teman dekat, keluarga atau pasangan, agar stres tidak semakin menumpuk dan menyebabkan hal yang lebih parah.

Berikut contoh-contoh kecemasan yang bisa terjadi akibat stres

Kecemasan Akibat Stres

     1. Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Penderita kecemasan GAD ini merasa cemas hampir kepada semua hal dan setiap hari.

Dirinya merasa khawatir akan banyak hal yang berbeda seperti khawatir akan keluarga, pekerjaan, keuangan, masa depan dan lainnya.

Kondisi ini biasanya berlangsung selama enam bulan atau lebih.

     2. Kecemasan Sosial

Kecemasan ini biasanya menyebabkan seseorang takut di ajak berkomunikasi, tidak ingin dirinya menjadi sorotan banyak orang.

Ia juga cemas bahwa nanti dirinya akan dikritik, dipermalukan atau dihina sehingga membuat dirinya lebih memilih tidak bersosialisasi.

Lebih parah lagi, penderita kecemasan sosial ini bisa saja takut berada di tempat umum yang ramai orang, tidak berani makan di restoran yang ramai.

orang-orang dengan kecemasan ini akan lebih memilih berdiam, makan sendiri, bersikap dingin di tempat kerja serta hanya ikut mengobrol ringan sesaat.

Baca Juga : Basarnas Sudahi Operasi Pencarian Korban Lion Air

 

     3. Fobia

Dari pada disebut cemas mungkin lebih tepat jika ini di sebut dengan ketakutan.

Dalam situasi tertentu seseorang bisa merasakan takut atau cemas atau panik akan suatu objek ataupun kondisi lingkungan.

Biasanya seseorang yang mengalami Fobia akan berusaha keras untuk menghidari ketakutannya.

Jika dipaksa menghadapi fobia tersebut.

Orang biasanya akan mengalami keringat dingin, napas tidak teratur atau sesak, jantung berdebar kencang, pingsan dan yang paling parah bisa gagal jantung alias meninggal.

Butuh pengangan khusus yang mengerti di bidang ini untuk mengobati fobia.

Ada banyak sekali contoh fobia misalkan takut ketinggian, benda bersudut tajam (siku meja), kegelapan, balon, takut naik pesawat dan lainnnya.

     4. Gangguan Panik (Panic Disorder)

Kecemasan ini bisa di kategorikan sebagai kecemasan yang cukup parah.

Serangan panik ini dirasakan akan sangat kuat oleh penderita, perasaan cemas yang tak terkendalikan yang di kombinasikan dengan efek pada fisik penderita.

Penderita akan mengalami sesak napas, nyeri pada dada dan kepala, pusing hebat, keringat berlebihan, air mata terus keluar.

Sangking kuatnya efek yang dirasakan penderita, mereka sering kali berpikir mengalami serangan jantung dan segera mati.

     5. Obsesif Kompulsif Gangguan (OCD)

Gangguan kecemasan ini di tandai dengan adanya pemikiran atau ketakutan akibat imajinasi seseorang yang memikirkan hal-hal yang belum terjadi.

Biasanya penderita terkadang sadar bahwa imajinasinya tersebut terkadang tidak rasional atau tidak mungkin terjadi.

Akan tetapi akibat terus menerus membayangkan hal yang tidak di inginkan, mereka jadi berpikir bahwa itu nyata dan menjadi cemas.

Yang paling umum adalah rasa cemas atau takut akan kuman, mereka akan terus menerus cuci tangan dan tidak ingin menyentuh benda di sekeliling.

     6. Post-Traumatic Stress Disorder

Hal ini terjadi kepada mereka yang sudah mengalami sebuah peristiwa atau kejadian yang bersifat traumatis.

Biasanya seperti habis mengalami perang, bencana alam, kecelakaan, atau penyakit berat.

Gejala yang di perlihatkan adalah mereka tidak ingin lagi melihat, mendengar, menceritakan atau mengetahui tentang kilas balik peristiwa yang pernah di alami.

Penderita ini biasanya tidak dapat disembuhkan atau bersifat permanen.

Hanya bisa di ringankan rasa kecemasannya atau rasa ketakutannya dengan pengobatan mental dari ahlinya.