11 Tanda Seseorang Cerdas Secara Alami, Apakah Kamu Termasuk ?

11 Tanda Kecerdasan Alami

11 Tanda Seseorang Cerdas Secara Alami, Apakah Kamu Termasuk Salah Satunya ?

Cerdas merupakan salah satu sifat, kemampuan atau kelebihan yang sangat ingin di miliki setiap orang baik muda maupun tua.

Tidak hanya di dapat dari belajar, ternyata kecedasan sendiri juga bisa diperoleh semenjak seseorang dilahirkan alias kecedasan alami.

William Shakespeare pernah mengatakan “orang bodoh menganggap dirinya bijaksana, tapi orang bijak tahu bahwa dirinya bodoh.”

Ternyata kata-kata ini adalah benar. Dalam studi ilmu psikologis sosial David Dunning dan Justin Kruger menyatakan bahwa kondisi ini ada dalam ilmu psikolog.

Fenomena ini dinamakan efek Dunning-Kruger. Kondisi dimana seseorang tidak terlalu yakin dengan kecedasannya sendiri

Dan cenderung pengidap sifat seperti ini memiliki kepribadian yang lebih cerdas di bandingkan orang di sekitar mereka dan memiliki sifat kebijaksanaan tinggi.

Tetapi banyak dari seseorang sebenarnya terlahir cerdas secara alami dan mereka tidak menyadarinya.

Berikut 10 tanda kecedasan alami yang dimiliki seseorang :

     1. Cepat Menguasai Alat Musik

Penelitian menemukan fakta menarik bahwa mereka yang pandai atau mudah menguasai alat musik cenderung memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

Studi di Amerika membuktikan bahwa anak-anak dengan rentan usia empat sampai enam tahun yang cepat mempelajari alat musik.

Memiliki IQ lebih tinggal 10-15 poin di bandingkan anak-anak lain seumurannya.

     2. Anak Pertama

Fakta ini nampaknya sudah banyak yang mengetahuinya.

Anak sulung memang sering disebut memiliki tingkat kecedasan yang lebih tinggi dibandingkan saudaranya yang lain.

Ahli epidemiologi asal Norwegia pernah mengamati urutan kelahiran, kesehatan dan skor IQ.

sekitar 250.000 anak sulung yang berusia 18-19 tercatat memiliki kecedasan yang lebih tinggi di bandingkan saudara mereka walau perbedaannya tidak besar.

Faktor ini disebabkan bukan dari genetik atau biologis, tapi dipengaruhi oleh psikologis yang terbentuk dari orang tua  terhadap anaknya yang paling tua,

Kecerdasan Alami

     3. Suka Kucing

Untuk ciri-ciri kecedasan yang satu ini tergolong unik, yakni pencinta atau penyuka kucing.

Penelitian mengejutkan terjadi pada tahun 2014 dengan mengamati 600 mahasiswa perguruan tinggi.

Di kelompokan dari kegemaran mereka akan hewan peliharaan.

Ternyata kelompok para mahasiswa yang menyukai kucing memiliki nilai akademik lebih tinggi dibandingkan mahasiswa lainnya.

     4. Kurus

Nampaknya kata-kata yang sering menyebutkan bahwa orang gemuk cenderung bodoh tidak sepenuhnya salah, walaupun tidak benar pula semua orang gemuk itu tidak pintar.

Tetapi haasil pengamatan yang di lakukan dengan 2.200 orang dewasa dalam waktu 5 tahun menunjukan.

Semakin besar lingkar pinggang seseorang, semakin rendah pula kemampuan kognitifnya alias kemampuan berpikir secara rasional.

Para ilmuwan meneliti mereka yang menjaga kondisi tubuh mereka dengan baik atau tidak sengaja kurus karena banyak aktivitas.

Justru memiliki kecerdasan IQ lebih tinggi dan dapat dikatakan jauh dibanding mereka yang bertubuh gemuk.

     5. Minum ASI Sejak Bayi

Sudah merupakan pengetahuan umum bahwa Air Susu Ibu atau ASI merupakan asupan nutrisi terbaik dan tiada duanya bagi seorang bayi.

Sebuah penelitian yang di lakukan pada tahun 2007 di Inggris dengan melibatkan 3.000 anak Inggris dan Selandia Baru memastikan Teori ini.

Tercatat anak-anak yang mendapatkan ASI saat mereka masih bayi memiliki Kecedasan yang lebih tinggi di bandingkan anak lainnya.

Perbedaan mereka yang tidak meminum ASI dengan yang meminumannya sekitar 7-10 poin dalam test IQ.

     6. Humoris

Nampaknya sifat ini bukan saja merupakan kelebihan bagi mereka yang berprofesi sebagai pelawak atau gagman.

Test psikologis kecedasan yang melibatkan 400 mahasiswa memberikan hasil yang menarik.

Pengujian ini mengukur kemampuan mereka melalui penalaran abstrak dan kecerdasan verbal.

Mereka lucu alias humoris ternyata memiliki kecerdasan daya pikir lebih cepat tanggap dan lebih cepat dalam mencari solusi.

     7. Sering Cemas

Yang satu ini bukan merupakan penyakit. akan tetapi perasaan yang mencemaskan kejadian masa depan yang berhubungan dengan diir mereka.

Misalnya dalam sebuah penelitian, diamati sejumlah mahasiswa dengan diberikan kuisioner yang memiliki pertanyaan seberapa sering mereka khawatir dan apa penyebabnya.

Beberapa mengisi bahwa mereka tidak merasa khawatir akan apapun, sementara beberapa mengisi mereka khawatir serta memberikan aspek pemirikan kenapa mereka cemas.

Ternyata dalam test IQ atau kecedasan, mereka yang sering cemas memiliki tingkat kecedasan yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak merasa cemas. Unik bukan ?

Baca Juga : Tak Ingin di Sudutkan, AS Janji Akan Ungkap Pelaku Pembunuhan Jamal Khashoggi

 

     8 Memiliki Tingkat Penasaran Yang Tinggi

Profesor psikologi bisnis di University of London, Thomas Chamorro-Premuzi membahas bagaimana sifat penasaran seseorang ternyata merupakan hal yang istimewa.

“Ini belum dipelajari secara mendalam seperti EQ dan IQ.”

“Tetapi ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa hal itu sama pentingnya ketika mengelola kompleksitas dalam dua cara utama.” tutur Thomas.

Menurutnya orang dengan rasa penasaran yang tinggi akan banyak hal membuat mereka memiliki rasa toleransi lebih terhadap hal yang ambigu atau tidak memiliki kepastian nyata.

Selain itu mereka juga memiliki rasa tenggang rasa terhadap sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Kompleksitas membuat seseorang terus menerus meningkat intelektualitas dalam berpikir dan menyimpan pengalaman.

Hal inilah yang membuat daya pikir kognitif seseorang meningkat dan menjadi lebih cerdas.

     9. Berantakan

Berantakan seringkali disangkut pautkan dengan tipikal seseorang yang jorok alias tidak pernah rapih.

Akan tetapi orang yang berantakan ternyata memiliki tingkat kecedasan yang lebih tinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh Kathleen Vohs dari University of Minnesota Carlson.

Membuktikan bahwa bekerja di ruangan berantakan membuat seseorang ternyata lebih kreatif terhadap hasil kerjanya.

Studi tersebut dilakukan oleh 48 sample atau kontestan diminta untuk memanfaatkan bola pingpong dengan cara yang unik.

Kontestan di ambil berdasarkan kepribadian mereka, sebagian memiliki kamar yang rapih dan sebagian memiliki kamar yang berantakan.

Ternyata hasil yang dipublikasian melalui jurnal Psychological Science menyebutkan

Mereka yang memiliki kamar berantakan cenderung melakukan hal-hal yang lebih kreatif, unik dan cenderung lebih efesien dalam berpikir.

     10. Sering Begadang

Kegiatan yang satu ini sudah pasti tidak menyehatkan dan tidak baik jika dilakukan terus menerus.

Akan tetapi, Penelitian dari The Official Journal of the International Society for the Study of Individual Differences.

Mengungkap bahwa orang-orang yang sering begadang alias tidak tidur pada malam hari memiliki pemikiran yang lebih tenang dan cenderung mengambil keputusan yang tepat.

Dibandingkan dengan orang-orang yang tidur pada malam hari dan bangun pada pagi hari.

Temuan mengejutkan ini menunjukan bukti etnografi dari Evolusi manusia yang terbilang cukup unik.

Sebab kenyataannya hingga saat ini kegiatan yang dilakukan malam hari terbilang jarang.

Orang lebih banyak bekerja pada pagi hari dan beristirahat pada malam hari.

Kecerdasan dengan beraktivitas di malam hari ini sering kali disangkut pautkan dengan evolusi manusia yang semakin lama semakin cerdas dalam kondisi apapun.

     11. Tidak Berusaha Keras Alias Pemalas

Sifat yang satu ini nampaknya sangat tidak baik yakni tidak berusaha keras dalam kehidupan, sementara kita selalu di ajarkan selalu memberikan yang terbaik yang kita mampu.

David Hambrick dan Elizabeth Meinz adalah dua orang psikolog asal Vanderbilt University memberikan opini mereka.

Keduanya menyimpulkan bahwa orang yang tidak berusaha keras cenderung menyelesaikan pekerjaan mereka seadanya namun se-efisien mungkin agar tidak melelahkan mereka.

Dari pola pikir seseorang yang berusaha memikirkan cara praktis dan mudah ini, membuat seseorang berkembang daya pikir kognitifnya.

Kemudian dari hasil ini mereka juga menyimpulkan bahwa tidak semua orang pemalas cenderung bodoh.

Malah sebagian besar orang yang pemalas justru lebih cerdas di bandingkan mereka yang rajin.