Sejumlah pemain Eropa dilego dengan harga fantastis. Tingkat transfer menurun sembilan persen di semester pertama tahun ini.

Zlatan Ibrahimovic
Bercelana panjang hitam dipadu kemeja putih lengan panjang, Zlatan Ibrahimovic berdiri tepat di Champ de Mars, Paris, Prancis. Tepat di belakang pemain berusia 30 tahun itu, menjulang tinggi Menara Eiffel. Ibra, begitu nama pendeknya, memegang bola. Sejurus kemudian, ia memainkan bola tersebut dengan kakinya lantas ditendang tinggi ke arah awan. Di sekelilingnya, suporter Paris Saint- German (PSG) memberikan tepuk tangan riuh untuk aksinya tersebut.
Rabu pekan lalu, PSG secara resmi memperkenalkan Ibra kepada publik di kompleks Menara Eifell. Oleh PSG, Ibra didatangkan dari AC Milan dengan nilai transfer 20 juta Poundsterling atau setara dengan Rp 293,7 miliar. Ibra juga akan diganjar gaji super besar, yakni Rp 205,6 miliar untuk tiga tahun masa kontraknya. “Aku melihat masa depan di sini, dan aku tidak melihat masa depanku di Italia,” kata Ibra mengomentari kepindahannya.
Perihal besarnya nilai transfer tak terjadi pada sosok Ibra semata. Sebelumnya, rekan Ibra di AC Milan yang juga pindah ke PSG, Thiago Silva, ditransfer dengan nilai yang lebih besar dari Ibra, yakni 42 juta Poundsterling atau setara dengan Rp 616,9 miliar. Meski bernilai lebih rendah ketimbang Silva, kepindahan Ibra ke PSG telah menjadikan dia pemain termahal di dunia saat ini. Dari total transfer yang ia jalani, Ibra berhasil mengumpulkan 140,2 juta Poundsterling atau setara dengan Rp 20,5 triliun. Nilai ini berada di atas nilai total transfer Cristiano Ronaldo yang berkisar 98 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,4 triliun.
Nilai transfer dan gaji yang tinggi kepada Ibra, membuat publik Prancis sedikit tersengat. “Jumlah itu tak beralasan, inilah kekurangan sepak bola kita hari ini, yakni ketiadaan peraturan mengenai hal tersebut,” ujar Valeri Fourneyron, Menteri Olahraga Prancis. Pemerintah Prancis yang dipimpin oleh Presiden Francois Hollande pun berencana memberlakukan pajak penghasilan 75 persen kepada Ibra dan penduduk lainnya yang bergaji tinggi.
Besarnya nilai transfer juga terjadi di Liga Inggris. Awal bulan lalu, Chelsea mendatangkan Eden Hazard dari Lille, kesebelasan asal Prancis dengan nilai fantastis: 40 juta Poundsterling atau setara Rp 587 miliar. Dengan kepindahannya tersebut, Hazard menjadi pemain dengan nilai transfer terbesar di Liga Inggris. Alex Ferguson, pelatih Manchester United, mengomentari nilai transfer Hazard sebagai sesuatu yang berlebihan. “Apa yang kita temukan, iklim pembelian pemain-pemain top ini, termasuk harga transfer, gaji, fee untuk agen, sekarang ini semakin tidak masuk akal,” kata Ferguson.
Pemain dengan nilai transfer tinggi lainnya di Inggris adalah Olivier Giroud. Pemain Montpellier ini didatangkan Arsenal dengan nilai transfer 15 juta Poundsterling (Rp 220,3 miliar). Disusul oleh Lukas Podolski yang juga didatangkan Arsenal dari Koin dengan nilai transfer 13 juta Poundsterling (Rp 190,9 miliar).
Meskipun sejumlah transfer pemain tersebut bernilai besar, awal Juli lalu, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan, sesungguhnya terjadi pengaruh yang cukup signifikan atas krisis yang tengah melanda Eropa pada bursa transfer musim panas ini. Transfer Matching System (TMS) milik FIFA menunjukkan, ada penurunan tingkat transfer sebesar sembilan persen di semester pertama 2012 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. “Klubklub sedang mengimbangi buku neraca mereka yang harus beres September nanti,” ujar Isabelle Solal, Direktur TMS FIFA
Pemain Bernilai Transfer Tinggi

Imam Hidayah|Goal.com| Soccerway.com