
Alat suntik tanpa jarum suntik dgn teknologi Lorentz-Force Actuator
Mata Farida mulai berkaca-kaca melihat dokter menyiapkan jarum suntik. Begitu jarum menembus kulitnya tak kuasa air mata perempuan 29 tahun itu menetes. Sejak kecil Farida memang tak suka disuntik, dia sendiri tak tahu mengapa selalu ketakutan saat melihat jarum suntik.
Bahkan ketika masih duduk di Sekolah Dasar (SD), Farida pernah bersembunyi dari dokter untuk menghindari jarum suntik. “Saking takutnya sampai berpindah dari kursi ke tempat tidur,” ujar Farida kepada Prioritas, pekan lalu.
Bukan hanya Farida, Leli, 27 tahun juga punya ketakutan serupa pada jarum suntik. Dia pernah hampir pingsan ketika dokter menyuntiknya berkalikali lantaran tak menemukan pembuluh darah. Kini ketakutan Farida dan Leli segera berakhir.
Para ahli teknologi Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat menemukan cara baru agar tak merasa sakit ketika disuntik. “Kami menemukan teknologi baru yang bisa digunakan para dokter menyuntik pasien,” kata Ketua tim peneliti, Ian Hunter, seperti yang dilansir dari laman resmi MIT.
Catherin Hogan, salah satu anggota peneliti mengatakan teknologi baru dimaksud adalah alat injeksi tanpa jarum. Alat ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki rasa takut terhadap jarum suntik. Sejatinya pola kerja alat ini sederhana yakni memasukkan obat kedalam tubuh dengan memanfaatkan tekanan.
Sekilas bentuk alat suntik ini tak jauh berbeda dengan jarum suntik yang lazim digunakan. Namun alat tersebut direkayasa dengan sistem jet injeksi yang disebut Lorentz- Force Actuator. Alat ini terdiri dari magnet kecil dililit kumparan kawat yang melekat pada piston. Alat tersebut bekerja pada sebuah muatan partikel dalam medan elektromagnetik.
Nah magnet tersebut berfungsi mendorong piston dan obat pada tekanan yang sangat tinggi. Bahkan, kecepatan suntikan hampir menyamai kecepatan suara di udara. Sejatinya ada dua tahap yang berbeda saat memasukkan obat ke dalam tubuh manusia. Yakni fase tekanan tinggi dan bertekanan rendah. Pada fase bertekanan tinggi tersebut, perangkat menyemprotkan obat pada kecepatan tinggi. Sehingga cukup untuk menembus kulit dan mencapai kedalaman yang diinginkan. Sementara fase yang lebih rendah obat diberikan dalam aliran lambat sehingga dengan mudah dapat diserap oleh jaringan sekitarnya.
Keistimewaan alat suntik tanpa jarum ini dapat digunakan untuk semua jenis kulit. Hanya saja, setiap jenis kulit memerlukan gelombang berbeda agar tak melebihi dosis obat yang seharusnya diberikan. Hunter mencontohkan, jika menyuntikkan obat pada bayi tentunya tak bisa disamakan dengan orang dewasa. “Jika saya menyuntik bayi, untuk memberi vaksin saya tak perlu memerlukan tekanan yang kuat seperti saya menyuntik orang dewasa,” kata dia.
Alat injeksi buatan MIT ini memang bukan yang pertama. Sebelumnya sudah ada alat serupa, hanya saja kecepatan dan kedalaman obat yang diperlukan belum bisa dikontrol. Setelah sukses memasukkan cairan obat ke dalam tubuh tanpa rasa sakit, para peneliti juga sedang merancang alat injeksi dengan menggunakan obat bubuk.
Bagan Penjelasan Alat Injeksi Tanpa Jarum
Fadila F Armadita | Berbagai Sumber
