Turki – Suriah, Sejak konflik pecah, perang telah berlangsung di Suriah. Terganjal oleh veto Cina dan Rusia.

Demonstran memprotes Presiden Suriah Bashar al-Assad di Binsh dekat Idlib.
Asap tebal membubung ke udara setelah bunyi ledakan keras dari gedung pengadilan Suriah, di Damaskus, Kamis siang dua pekan lalu. Ledakan terjadi di area parkir gedung pengadilan yang tak jauh dari pusat keramaian di Pasar Hamidiyeh. Serangan bom ini terjadi hanya dua hari setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad melantik kabinet baru sebagai bagian dari paket reformasi pemerintahannya.
Dalam beberapa bulan terakhir, kantor pemerintahan dan aparat keamanan memang menjadi target serangkaian ledakan bom. Mei lalu, kompleks intelijen militer di pinggiran ibukota Damaskus, dihantam bom berdaya ledak tinggi sehingga menewaskan 55 orang. Serangan bom juga menghantui sepanjang perbatasan antara Suriah dan Turki, hingga semakin menguatkan pernyataan Assad bahwa negaranya tengah menghadapi perang.
Sejak jet tempur Turki F-4 Phantom ditembak jatuh karena melanggar wilayah udara Suriah 22 Juni lalu, perang kata-kata di antara Suriah dan Turki terus berkecamuk. Presiden Assad menuding Turki mendukung teroris melakukan kekejaman terhadap rakyatnya di Suriah. “Turki telah memasok semua dukungan logistik untuk teroris yang telah membunuh rakyat kami,” kata Assad dalam wawancara dengan harian Turki Cumhuriyet, Rabu pekan lalu.
Tudingan itu tak diterima begitu saja oleh Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia membalas Assad dengan pernyataan lebih keras. “Setiap elemen militer yang mendekati perbatasan Turki akan dianggap sebagai ancaman dan diperlakukan sebagai target militer,” kata Erdogan.
Ketegangan antara Suriah dan Turki bukan terjadi akhir-akhir ini saja. Hubungan kedua negara memanas sejak lama dan semakin memburuk ketika protes mulai bergulir di Suriah. Akhir Juni lalu, kedua negara bahkan saling unjuk kekuatan. Turki mengirim 15 tank lapis baja, peluncur roket anti-rudal, senjata jarak jauh dan kendaraan militer lainnya ke perbatasan Suriah. Tak mau kalah, Suriah juga dikabarkan telah mengumpulkan 170 tanknya di 19 kilometer dari perbatasan Turki.
Assad semakin berang ketika Turki menggunakan kasus penembakan pesawat militernya untuk membuka jalan bagi kemungkinan invasi militer oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Suriah. Menurut laporan yang dipublikasikan Voice of Rusia, pemerintah Ankara menggunakan kesempatan ini untuk agitasi guna intervensi militer di Suriah. Laporan itu juga menyebutkan, pemerintah Barat tengah mempersiapkan operasi di dalam wilayah Suriah, mirip seperti yang terjadi di Libya tanpa menunggu resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Kofi Annan (tengah) berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan) dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di pertemuan Kelompok Aksi Suriah di markas PBB.
Kendati belum diketahui kebenaran laporan itu, di Jenewa, Swiss, PBB melalui Kofi Annan menggelar pertemuan tingkat tinggi 30 Juni lalu. Lima anggota Dewan Keamanan pemegang hak veto ditambah Turki dan utusan Liga Arab dari Qatar, Kuwait dan Irak diundang dalam pertemuan tersebut. Annan mengusulkan membentuk pemerintah transisi sementara di Damaskus yang mencakup oposisi dan wakil pemerintah, minus Bashar Assad. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan, Washington tidak melihat pentingnya peran Presiden Assad dalam pemerintahan baru.
Tapi upaya penyingkiran Assad tak diterima begitu saja oleh Rusia dan Cina. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Cina Yang Jiechi mengumumkan, negara mereka menentang proposal yang menyerukan pemerintah sementara yang mengabaikan Assad. Menurut Rusia dan Cina, keputusan apapun terhadap transisi kekuasaan di Suriah, harus dilakukan oleh rakyat Suriah sendiri.
Penolakan bukan hanya kali ini disuarakan Rusia dan Cina. Moskow dan Beijing bahkan telah menggunakan hak veto mereka dua kali di Dewan Keamanan PBB untuk melindungi Suriah dari sanksi internasional yang lebih keras. Alasannya, mereka menolak tegas segala bentuk intervensi militer. Sejak Suriah dilanda gelombang revolusi pertengahan Maret tahun lalu, banyak orang, termasuk aparat keamanan, tewas dalam kekacauan. Tapi Cina dan terutama Rusia, memilih tetap menjadi pembela utama Assad. Menurut Konstantin von Eggert, pengamat politik di Moskow, Kremlin tak menghentikan dukungannya terhadap Assad karena Suriah dan Moskow terlibat hubungan bisnis senjata penting. Penjualan senjata ke Damaskus mencapai 3,5 miliar dolar pertahun, untuk helikopter tempur, Rusia Buk- M2E, sistem penangkal rudal udara Pansir-S1, Mig-29 jet tempur dan sebagainya. Selain itu, pangkalan militer angkatan laut Rusia juga berada di pelabuhan laut Suriah, yakni Tartous. Alasan inilah yang digunakan negara-negara Barat untuk menyudutkan Rusia. Tapi Rusia balik menuduh Barat dengan mengatakan mereka menerapkan standar ganda.
Hasil bisnis senjata antara Rusia dan Suriah memang bukan angka yang kecil. Tapi tampaknya itu bukan menjadi alasan utama Negeri Beruang Merah melindungi Assad. Alasan yang sulit dipungkiri, pejabat Rusia takut jika pemberontak berhasil menggulingkan Assad dari kekuasaan, pengaruh Rusia di Timur Tengah akan hilang. “Suriah adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang mengikuti saran kami. Ini adalah negara di mana kita dapat mempunyai pengaruh yang nyata,” kata analis pertahanan Rusia, Ruslan Pukhov.
Kendati secara ekonomi tidak berada di posisi strategis, secara geografis Suriah adalah pemain utama di Timur Tengah. Setiap kekacauan di Damaskus bisa menimbulkan efek di negaranegara seperti Libanon dan Israel. Suriah dikenal pandai memainkan kartu diplomasi dan komunikasi dengan Hizbullah dan gerakan Hamas. Assad juga memiliki hubungan dekat dengan Iran, yang dikenal musuh besar Amerika, Israel dan sebagian negara Teluk Arab. Suriah kerap memainkan kartu diplomasi yang apik untuk mencegah konflik berbahaya di Timur Tengah.
“Tentu saja, hilangnya Suriah akan berarti kita tidak akan memiliki pengaruh di wilayah ini sama sekali. Suriah memiliki beberapa nilai simbolis bagi pihak berwenang Rusia dan pembentukan kebijakan luar negeri yang memberi tanda Rusia sebagai kekuatan besar,” kata Pukhov lagi. Jika NATO melalui Turki memulai perang, dikabarkan Moskow bakal mengirim kapal angkatan laut dan awak marinirnya untuk berlayar ke pelabuhan Tartous.
Hubungan antara Suriah dan Turki, yang berbagi sebuah perbatasan panjang, memburuk sejak munculnya protes di Suriah pada 2011
- Puncak Ketegangan
- Juni 2011 Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan untuk pertama kalinya menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad bertindak kejam untuk menghentikan revolusi
- 12-13 November Demonstran pro Assad menyerang misi diplomatik Turki di Suriah
- 30 November Turki memutuskan hubungan perdagangan dengan Suriah
- 15 Maret 2012 Turki meminta warganya meninggalkan Suriah
- 26 Maret Turki menutup kedutaannya di Damaskus
- 30 Mei Turki mengusir diplomat Suriah dari wilayahnya
- 22 Juni Pesawat tempur Turki ditembak jatuh dekat perbatasan bersama
- Pemicu Ketegangan
- Friksi pada 1990an saat sepa ratis Kurdi berada di Suriah
- Sengketa air saat pembangunan bendungan Turki di sungai Eufrat dan Tigris
- Turki mendukung Liga Arab untuk memberikan sanksi kepada Suriah
- Hubungan telah membaik sampai protes terjadi

Suara PBB Untuk Suriah | Mosi melawan rejim Presiden Bashar al-Assad yang dilemahkan oleh veto Cina dan Rusia
Sana | Cumhuriyet | Ria Novosti | Presstv| Reuters | BBC | Salman Nasution