sport

Ketika Lorenzo Tak Lagi Murka

Peringkat Por-Fuera sejajar dengan Stoner. Bersiap kembali bersaing demi gelar juara.

Jorge Lorenzo

Tanda dimulainya adu balap MotoGP seri ketujuh di Belanda, belum sepuluh detik berlalu. RC213V, motor keluaran Honda yang ditunggangi Alvaro Bautista, melaju kencang meninggalkan start. Sesaat sebelum tikungan pertama, dia bermanuver dengan maksud mengambil posisi terdepan. Tak dinyana, ia tak mampu mengendalikan motornya dengan baik hingga tergelincir.

Pada balapan Sabtu dua pekan lalu itu, bukan hanya Bautista yang harus merasakan naas akibat peristiwa tersebut. Jorge Lorenzo, yang hingga saat itu memimpin klasemen perolehan poin, pun harus merasakan getahnya. RC213V dengan cepat menghantam YZR-M1, motor keluaran Yamaha yang dikendarai Lorenzo. Kedua motor tersebut lalu terseret ke luar sirkuit tanpa bisa kembali melanjutkan balapan.

Peristiwa ini membuat Por- Fuera, julukan Lorenzo, berang. Sebab, ia yang semula berada di peringkat pertama, kini harus puas sejajar dengan Casey Stoner, pembalap dari Repsol Honda Team. Lantaran hari itu, Stoner berhasil menjadi pemenang dengan catatan waktu 41’19.855.

Sebelumnya, Lorenzo unggul 25 poin atas Stoner. Namun setelah peristiwa naas tersebut, mereka memiliki poin yang sama besar yakni 140 poin. “Pergerakan yang dilakukan Alvaro adalah tindakan gila,” kata Lorenzo menyesali peristiwa tersebut.

Stoner, sang pemenang, tidak merasa terlalu senang dengan kemenangannya tersebut. “Kami tidak ingin medapat poin dalam kejuaraan lantaran ada pembalap lain yang mengalami crash,” tutur Stoner sebagaimana dikutip laman Autosport.

Lorenzo semakin berang ketika mengetahui Bautista hanya dijatuhi hukuman start dari posisi terbelakang pada saat MotoGP Seri 8 yang digelar di Sahsenring, Jerman, Ahad lalu. “Apa yang dia lakukan adalah bencana, tapi keputusan yang diambil lebih menyedihkan,” ujar Lorenzo. Menurut pembalap Spanyol berusia 25 tahun ini, hukuman setimpal yang semestinya dikenakan kepada Alvaro adalah tidak boleh bertanding selama satu seri.

Adapun Alvaro mengaku saat itu kehilangan titik pengereman dan terlalu lambat menginjak rem. “Ini kesalahan saya yang menyebabkan dia (Lorenzo) jatuh dan saya minta maaf sebesar- besarnya atas insiden ini,” ujarnya.

Mendengar hal tersebut, Lorenzo melunak. Menurut dia, kemarahan yang muncul dari dalam dirinya hanya luapan emosi sesaat. Ia berharap Alvaro tidak melakukan hal tersebut untuk kedua kali dalam karirnya. “Saya yakin dia tidak akan mengulanginya,” ujar Lorenzo.

Pembalap MotoGP Jorge Lorenzo dari Spanyol berjalan pergi dari motornya setelah kecelakaan pada Grand Prix Belanda di Assen.

Kini, setelah peristiwa tersebut, Lorenzo justru merasa sekarang adalah saat pertarungan sesungguhnya dimulai. Semuanya, kata Lorenzo, kembali dari awal. Dia dan Stoner berada di posisi dan perolehan poin yang sama. “Kami harus bertarung untuk meraih posisi puncak kembali,” ujar Lorenzo.

Pengamat MotoGP Matteo Guerinon mengatakan, peluang Lorenzo masih terbuka lebar untuk menjadi pemimpin klasemen perolehan poin hingga akhir seri nanti. “Ia pembalap sempurna, memiliki mentalitas dan skill yang komplet,” ucapnya kepada Prioritas. Hal itu, menurut Matteo, mampu menjaga performa Lorenzo di level yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembalap lainnya. “Bahkan dibanding mental dan skill Stoner, saya masih berpendapat Lorenzo yang berpeluang menjadi pemenang,” kata Matteo.

Tim Yamaha Factory Racing masih terus memupuk rasa optimistis terhadap Lorenzo. Rasa optimistis itu diwujudkan dengan diperpanjangnya kontrak Lorenzo hingga 2014 mendatang. “Saat ini ia (Lorenzo) sedang dalam performa terbaik,” ujar Lin Jarvis, pimpinan Yamaha Racing.

Lorenzo merasa puas dan menerima tawaran perpanjang kontrak tersebut. Yamaha, menurut Lorenzo, telah melakukan usaha yang hebat untuk mempertahankan dirinya dan telah memperlakukan dirinya selayaknya keluarga. “Saya akan membayar kepercayaan Yamaha,” ucap Lorenzo.

Jorge Lorenzo

  • Lahir: Palma, Spanyol, 4 Mei 1987
  • Tim: Yamaha Factory Racing
  • Motor: Yamaha YZR-M1
  • MotoGP 2008: Peringkat 4
  • MotoGP 2009: Peringkat 2
  • MotoGP 2010: Peringkat 1
  • MotoGP 2011: Peringkat 2

 

Imam Hidayah| Badru Alwahdi|Autosport.com| MotoGP.com