ekonomi

Perbaiki Infrastruktur Menghentikan Impor

Wamen ESDM Rudi Rubiandini (kiri), Kepala Badan Pertanahan Nasional Hendarman Supandji (tengah) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal M. Chatib Basri (kanan) mengucapkan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/6).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak membiarkan kursi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral lama tak terisi. Pekan lalu, SBY resmi melantik Rudi Rubiandini, Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu (BP Migas) menggantikan Widjajono Partowidagdo.

Usai dilantik Kamis pekan lalu, Rudi mengatakan energi merupakan tulang punggung bangsa. Dia mengatakan kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini, produksi minyak terus menurun sementara di sisi lain ada harapan produksi gas bisa meningkat. “Padahal kebutuhan masyarakat akan gas dan minyak terus meningkat,” kata Rudi.

Selain itu persoalan energi lain adalah terbatasnya kilang sehingga tidak memungkinkan untuk memproduksi minyak di dalam negeri secara optimal. Solusinya, kata Rudi infrastruktur seperti kilang minyak harus ditambah. Selain itu ESDM juga akan memperhatikan masalah infrastruktur pipa penyaluran gas dari sisi hulu ke sisi hilir yang jumlahnya masih sangat terbatas.

Rudi menambahkan, tujuan perbaikan infrastruktur energi tersebut agar Indonesia tidak lagi menjadi importir bahan bakar minyak. Pemenuhan energi tersebut direncanakan dapat dicapai dalam jangka waktu 10 tahun hingga 20 tahun ke depan. “Hal itu tidak mudah, karena harus lebih banyak memanfaatkan energi terbarukan,” tandasnya.

•Fadila Fikriani Armadita