impresario

Sampah Membawa Berkah

Beragam profesi terjun member sihkan lingkungan. Berhasil mendirikan klinik pengobat an gratis dar i has il penjua lan bar ang bekas.

Anggota Komunitas Semeru (pengelola sampah) melakukan pemilahan sampah menurut jenis sampah di rumah penampungan di Jakarta, Senin (4/6).

Tumpukan kantong plastik hitam berisi botol bekas air mineral teronggok di salah satu bagian ruang tamu markas Komunitas Semeru. Di sudut lain, koran dan buku bekas hingga televisi rusak, tertata rapi. “Baju- baju bekas ada di dalam kamar,” ujar Ahmad Helmi Alireza, Ketua Komunitas Semeru, kepada Prioritas, Senin pekan lalu.

Tak hanya itu. Setiap sudut markas komunitas yang terletak di daerah Setu Babakan, Jakarta Selatan ini, juga penuh dengan sampah bekas yang tak bisa terurai alam. “Sampah makanan tidak diterima karena mudah membusuk dan terurai alam,” ujar Engki Koto, Kepala Bidang Lingkungan Komunitas Semeru ketika ditemui ditempat yang sama.

Engki Koto bersama Faisal Haris, Masroni Wijaya, Abdul Hakim dan Pimu Rusdiat, mendirikan Komunitas Semeru, akronim dari Semangat Merah Putih, sejak dua tahun lalu. Sebuah idealisme diusung dibalik pendirian lembaga ini. “Banyak yang meninggalkan dan tidak memperhatikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” ujar Engki.

Dari sampah ini, mereka mencoba membumikan nilai-nilai ideologi lewat beragam aksi sosial. Bagi mereka, sampah adalah amunisi untuk menggerakkan aksi lingkungan, pendidikan dan kesehatan. Mereka lantas mengumpulkan sampah-sampah dari berbagai acara seperti resepsi pernikahan, pertemuan organisasi massa, seminar, hingga sumbangan dari masyarakat.

Setiap satu hingga dua bulan sekali seorang pengepul akan datang mengangkut sampah yang mereka kumpulkan. Khusus sampah elektonik, menurut Helmi, jika masih bisa diperbaiki akan dijual dengan harga murah. “Hasil penjualan sekitar Rp 1,5 juta setiap bulan digunakan untuk kegiatan komunitas, dan pelayanan masyarakat,” kata Engki. “Sama sekali tidak ada bagian untuk anggota komunitas,” kata Engki menambahkan.

Komunitas ini juga menawarkan jasa kebersihan. Anggotanya secara bergilir terjun mengumpulkan sampah bekas. Jasa itu mereka berikan secara gratis. “Tujuan kami menolong dan membersihkan lingkungan, bukan mengharapkan bayaran,” ujar Engki. Mereka hanya menerima uang pengganti transportasi pengangkutan sampah jika lokasi acara jauh dari basecamp.

Meski memunguti sampah, mereka tetap berpakaian rapi. Itu lantaran, anggota komunitas Semeru ini mayoritas para pekerja professional dari berbagai profesi seperti teknisi, dokter, guru, fotografer, wiraswastawan, mahasiswa. “Ini bentuk kesadaran membangun bangsa. Orientasi kami mendidik masyarakat. ” kata Helmi.

Saat ini, komunitas yang awalnya beranggotakan sembilan orang itu, telah berkembang. Jumlah anggotanya kini lebih dari seratus orang yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. “Simpatisan juga semakin banyak,” kata Helmi. Mereka datang dari masyarakat sekitar yang diorganisir perwakilan komunitas Semeru yang tinggal di daerah tersebut.

Ahmad Helmi Alireza Ketua, Komunitas Semeru (pengelola sampah) di Jakarta, Senin (4/6).

Semeru pun menggandeng beberapa sekolah. Mereka mengajarkan siswa menjaga kebersihan dengan memilah sampah. Sampah yang dikumpulkan akan diganti dengan seperangkat alat kebersihan, seperti sapu dan pengki.

Dari sampah-sampah itu juga Klinik Bunda Malikah dibuka. Di klinik tersebut, seorang anggota yang berprofesi sebagai dokter di daerah Depok memberi pelayanan kesehatan untuk warga sekitar. “Pemeriksaan dan obat-obatan diberikan gratis yang dibeli dari hasil penjualan sampah,” kata Engki.

Kegiatan sosial ini, kata Engki, sekaligus untuk memberi pencerahan masyarakat: sampah-sampah yang dikumpulkannya menghasilkan sesuatu yang berguna. Dari hasil sampah itu, mereka juga berharap suatu saat dapat mendanai pendidikan anakanak yang kurang mampu. “Agar dapat memperbaiki kualitas pendidikan bangsa ini,” ujar Helmi.

•Yekthi Hesthi Murthi | Bushtari Ariyanti
  • Abdul Hakim

    Semoga cita-cita seluruh anggota komunitas yg berada di LSM Semeru akan segera terwujud dan mendapat dukungan dari masyarakat luas…!