Seperti namanya, situ ini menawarkan wisata danau buatan yang dihiasi taman disekelilingnya. Menjadi alternatif tempat untuk menghilangkan penat setelah lelah bekerja.

Pengunjung menikmati suasana Taman Suropati yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Ingin liburan tapi kantong cekak? Situasi ini harusnya tak perlu membuat Anda bermuram durja. Khususnya bagi warga yang tinggal di DKI Jakarta, tetap bisa jalanjalan bersama keluarga atau orang terkasih tanpa perlu menguras isi kantong. Di ibukota memang banyak tempat wisata, tapi seringkali tempat-tempat hiburan itu menuntut pengunjung menyediakan banyak dana. Sebab bukan hanya tiket masuknya yang mahal, tapi harga minuman atau makanan di tempattempat wisata tersebut selalu membuat pengunjung mengurut dada.
Bayang-bayang ongkos besar itu akan sirna jika Anda mengunjungi Situ Lembang. Situ Lembang terdapat di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Seperti namanya, situ yang berarti danau, tempat yang satu ini menawarkan wisata danau buatan yang dihiasi taman disekelilingnya. Danau buatan ini memang tidak terlalu besar, namun cukup layak sebagai tempat rekreasi atau tempat melepas penat setelah lelah bekerja.
Situ Lembang biasanya ramai pada sore hari dan akhir pekan. Pada hari kerja, danau yang dilengkapi bangku taman, aneka permainan anak dan jalur yang bisa di jadikan tempat bersepeda banyak dikunjungi anak-anak dan warga sekitar danau. “Biasanya pelajar-pelajar kesini mengerjakan PR atau sekedar kumpul main gitar,” ujar Abdul Kholik, seorang pedagang minuman yang berkeliling menjajakan dagangannya di Situ Lembang. Selain itu, kata Abdul, Situ Lembang juga kadang-kadang menjadi tempat muda-mudi merayakan ulang tahun bersama temantemannya.
Situ Lembang kembali menjadi favorit setelah direnovasi 6 bulan lalu. Sebelumnya tempat ini kurang diminati karena tidak rapi dan tidak terawat. Bahkan tanah-tanah di sepanjang pinggiran danau sempat terlihat telanjang. Namun sekarang tanah-tanah itu sudah tertutup konblok sehingga pengunjung tidak perlu khawatir menginjak tanah becek. Tak heran setelah pemugaran, danau yang tahun 80-an sering menjadi lokasi syuting ini kembali merebut hati warga ibukota dan sekitarnya.

Situ Lembang di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat
“Disini adem dan nyaman buat mengajak anak-anak main. Bisa untuk menghilangkan suntuk,” ujar Neni Aleni, pengunjung asal Kwitang yang datang ke Situ Lembang bersama suami dan anaknya. Tapi setelah pemugaran, pengunjung tak bisa sebebas dulu menikmati desiran angin dan bunga-bunga yang merekah di situ. Ini karena pengelola membatasi jam kunjungan. Sebelumnya danau Situ Lembang dibuka selama 24 jam, tapi setelah pemugaran dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. Pembatasan diberlakukan untuk menjaga kenyamanan warga yang tinggal disekitar Situ.
Hanya berjarak sekitar 3 km dari Situ Lembang, Anda juga bisa menemukan taman kota lainnya, yaitu Taman Suropati. Taman ini terletak di pinggir jalan Diponegoro, tepat di seberang gedung Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Menteng, Jakarta Pusat. Seperti halnya Situ Lembang, di tempat ini pengunjung tidak perlu mengeluarkan kocek sepeserpun untuk bisa menikmati suasana santai di taman ini. Tapi sayang, Taman Suropati tak memiliki fasilitas lahan parkir, karena dikelilingi oleh jalan umum. Jika Anda datang membawa kendaraan ke taman ini, Anda harus memarkir kendaraan di Masjid Sunda Kelapa yang berjarak kira-kira 300 – 500 meter.
Sebagai tempat bersantai Taman Suropati sangat teduh. Pohon-pohon tinggi berderet rapi menaungi taman ini. Karena itu, meskipun dikelilingi jalan namun pengunjung tidak akan menghirup aroma asap knalpot kendaraan. Taman ini juga bersih dan teratur. Di tengah-tengah terdapat kolam lengkap dengan air mancur setinggi kira-kira 5 meter. Ada juga bangku taman dan jogging track. Tak ada sampah berserakan, mungkin karena taman ini sudah dilengkapi fasilitas tempat sampah yang di pasang di setiap sudut taman. Selain itu tidak ada tanah gundul, setengahnya diselimuti rumput dan sisanya dilapisi konblok. Banyak pengunjung yang beraktivitas tidak jauh dari air mancur.
Pengunjung umumnya datang ke taman ini untuk jogging. Tapi tidak sedikit juga melakukan aktivitas fotografi, latihan perkusi, latihan biola, dan pembuatan film dokumenter. “Kami memilih Taman Suropati karena sesuai dengan konsep yang kami buat,” ujar Sadam Husein, salah satu anggota Komunitas Tiang Lampu yang sedang membuat film dokumenter mengenai penanganan sampah di DKI Jakarta.
Ada juga sekumpulan anak muda yang berdomisili di daerah Matraman, Jakarta Timur, memilih Taman Suropati sebagai tempat latihan perkusi. “Disini sepi dan terbuka, sehingga bagus untuk melatih power pukulan,” kata Teguh Prasetyo, salah satu pelatih perkusi.
Selain pepohonan yang rimbun, di Taman Suropati pengunjung juga bisa bermain dengan beberapa burung merpati yang sering singgah di taman. Inilah yang membuat Citra, ibu rumah tangga asal Bekasi, selalu kangen berkunjung ke taman ini. “Asri dan banyak burung merpati, jadi anak-anak saya suka,” ucapnya.

Anak-anak sedang menikmati sore dengan bermain di Situ Lembang di Jalan Lembang.
Sebagai oase di jantung ibukota Situ Lembang dan Taman Suropati terbuka untuk umum setiap hari. Jika Anda membutuhkan tempat melepas lelah yang nyaman, teduh dan tidak menguras isi kantong, datanglah ke taman ini. Anda bisa datang bersama pasangan, anak-anak dan bahkan orangtua. Bagi yang hobi memancing, bisa juga mencoba peruntungan di Situ Lembang. Kedua tempat ini mudah dijangkau. Dari pusat kota Jakarta, untuk menjangkaunya hanya butuh kurang lebih 10-15 menit.
Transportasi
Situ Lembang dan Taman Suropati bisa di jangkau melalui Jalan Jendral Sudirman. Dari Jalan Sudirman menuju Bunderan Hotel Indonesia (HI). Dari Bunderan HI belok kiri lalu ambil jalan lurus menuju Menteng. Anda akan menemui Taman Suropati di sebelah kiri jalan. Dari Taman Suropati masuk ke Jalan Teuku Umar, lalu menuju Jalan Padalarang. Tidak jauh setelah masuk Jalan Padalarang, Anda akan menemukan Jalan Lembang. Disinilah Situ Lembang berada.
Kegiatan yang bisa dilakukan
- Di Situ Lembang pengunjung bisa memancing dan tidak dikenakan biaya, alias gratis. Tetapi harus membawa alat pancing sendiri.
- Membawa anak-anak bermain. Di Situ Lembang terdapat banyak alat permainan anak seperti ayu nan, putar-putar, tiang tangga, dan sebagainya
Pengunjung juga tidak perlu khawatir jika tiba-tiba ingin ke toilet, karena di tempat ini sudah tersedia toilet umum. Tapi tidak ada lahan parkir. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan bisa parkir di tempat yang disediakan dengan biaya Rp 2000.