Dunia kedokteran makin maju. Menggunakan teknologi game xBox 360 operasi kini menjadi lebih mudah.

Kinect, kontroler pendeteksi gerak dan suara yang digunakan dalam operasi bedah.
Seorang dokter menggerak- gerakkan tangan nya di depan layar komputer. Perlahan menaikkan lalu menurunkan tangannya dengan melihat objek gambar di monitor. Dengan gerakannya itu ia dapat memutar, memperbesar, bahkan memperkecil gambar tanpa menyentuh monitor. Sekilas gerakannya perlahan mirip tai chi, seni beladiri ala Tiongkok. Tapi jangan salah, gerakan dokter itu sedang memandu jalannya operasi dengan menggunakan teknologi kinect.
Sejatinya teknologi sensor gerak atau kinect ini bukan barang baru. Kalau Anda penggemar game maka teknologi ini telah digunakan pada perangkat game xBox 360. Saat ini teknologi tersebut terus dikembangkan bahkan di dunia kesehatan. Microsoft yang membidani kelahiran kinect mengembangkan teknologi tersebut sebagai pembantu di ruang operasi.
Tom Careell seorang ahli bedah dari Guy’s and St Thomas, mencoba memakai teknologi kinect untuk menelusuri gambar tubuh pasien melalui mesin Xray. Menurut dia, kinect memiliki sistem kontrol yang sangat teliti. Dengan teknologi tersebut, operasi bisa dilakukan secara lebih ringkas.
Menggunakan teknologi ini, dokter yang melakukan operasi cukup melambaikan tangan di depan layar kemudian kamera kinect akan mendeteksinya. Hal tersebut akan cukup ringkas ketimbang dokter harus menghentikan sementara aktivitas mereka ketika memakai mesin x-ray. Keuntungan lain menggunakan teknologi ini, dokter tak perlu memerlukan banyak pembantu di dalam ruang operasi.

Tampilan Kinect dalam sebuah monitor besar.
Selain Tom Careell, Calvin Law, dokter asal Toronto juga menerapkan teknologi tersebut ke dalam ruang operasi. Ide dokter lulusan Toronto University tersebut berawal setahun lalu ketika dia tertidur dalam perjalanan ke luar kota bersama sang Ayah. Padahal ketika itu Law seharusnya menjadi navigator dan peta yang menjadi panduannya ada di pangkuan Law. Akibatnya mobil yang dikendarai ayah Law melewati pintu keluar satu mill lebih jauh.
Dari situlah Law punya ide untuk membawa kecanggihan game xbox game 360 ke dalam ruang operasi. Dia mengibaratkan, permainan dalam xbox tersebut sebagai peta. Law membayangkan, dokter bisa jadi tersesat jika tak membawa peta dalam melakukan operasi.
Tentu saja Law tak akan bermain game keluaran microsoft tersebut di ruang operasi. Dia menggunakannya untuk memandu jalannya operasi. Meski demikian, alat tersebut tidak dibawa ke dalam ruang operasi, Law meletakkannya di luar zona steril ruang operasi.
Dokter yang mengambil spesialis bedah di McMahen University tersebut mengatakan kinect xbox 360 bisa menjadi jembatan antara keberhasilan operasi dan kecanggihan teknologi yang digunakan.
“Dengan gerakan tangan gambar dalam komputer yang ada di depan kita bisa bekerja dan seolah-olah komputer tersebut merupakan bagian dari tim kami,” kata Law.
Law sempat mempraktikan teknologi ini. Dalam jarak lima meter dia kedua tangannya bergerak secara perlahan pada gambar otak di komputer. Menurut dia sistem canggih tersebut akan banyak membantu para pakar bedah di ruang operasi. Meski menggunakan gambar teknologi ini diyakini Law, minim resiko bagi pasien.
Aplikasi ini telah dipakai pada selusin pasien dengan hasil yang memuaskan. Dia juga mengatakan aplikasi ini sangat bermanfaat dipakai dalam operasi kanker. Menurut dia teknologi tersebut juga bisa membantu kualitas hidup pasien dan mempercepat pemulihan.
Fadila F. Armadita | Berbagai sumber