
Ribuan penambang emas di Poboyo, Palu, Sulawesi Tengah menebas tebing sekitar 35 ribu hektar. Tambang itu satu dari sekian banyak tambang-tambang emas tradisional di Indonesia.
Tiap hari para penambang memecah batu di lereng gunung, menggali lubang-lubang ke perut gunung. Akibatnya, gunung itu berlubang-lubang dan gundul. Batu-batu yg berisi emas dimasukkan ke karung dan diangkut turun oleh kuli gendong yg mereka sebut “kijang”. Ratusan karung batu dibawa untuk diolah.
Tidak selalu ada emas di setiap karung. Biasanya hanya dapat emas sedikit saja dengan kadar sampai 40 persen dengan harga jual 120 ribu per gramnya. Konfl ik antar penambang berebut lubang, penggunaan air raksa sembarangan yang mencemari lingkungan, hutan gunung Poboyo yang gundul, dan tidak ada ijin menambang membuat persoalan tambang emas di Poboyo tidak mudah.

Foto: REUTERS/Yusuf Ahmad | Teks: PRIORITAS/Budi Yanto