kesehatan

Bila Kejang Menyerang

Anak yang jatuh berulang-ulang atau hanya bengong saja berarti kejang. Bisa sembuh jika rajin meminum obat.

Gia Wahyu Ningsih penderita epilepsi terbaring di RSUD Kota Bekasi.

Umurnya sekarang sudah 11 tahun. Tapi kondisi Afi masih seperti dulu, sering dilanda kejang tibatiba. Kendati paling lama hanya sekitar satu menit, namun kejang itu tak terjadi sekali dua kali. Afi mengalami kejang berulang- ulang. Bahkan di umurnya sekarang, tiap sepekan sekali Afi mengalami kejang. Menurut ayahnya, Fadjar Setyanto, Afi pertama kali mengalami kejang pada umur 4 bulan. “Tidak ada gejala apa-apa, dia tidak panas dulu. Tiba-tiba kejang aja dan sejak itu kejangnya terus berulang,” ujar Fadjar yang sekarang aktif sebagai Wakil Presiden Yayasan Epilepsi Indonesia.

Tidak hanya Afi. Dian Siswanto, 31 tahun, mengaku anaknya, Nayara, juga mengalami kejang. Nayara, 6 tahun, mengalami kejang sejak usia dua tahun. Berbeda dengan Afi, sebelum kejang Nayara mengalami panas tinggi. “Kita lagi di rumah dan saat itu panik. Lalu kita bawa ke rumah sakit. Untung kejangnya tidak berulang,” ujar karyawan swasta yang berdomisili di Kemang, Jakarta Selatan, ini.

Menurut dokter Irawan Mangunatmadja, secara sederhana kejang pada anak ada dua macam, yakni kejang demam dan kejang tanpa demam yang kemungkinan besar epilepsi atau ayan. Kejang pada anak bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Misalnya anak yang mudah kaget tanpa ada suara pemicu. “Jika ada seorang bayi tibatiba kaget kemudian menangis tanpa ada suara, itu artinya dia kejang. Ini adalah jenis kejang yang paling susah diobati pada bayi,” papar Irawan yang seharihari praktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Bentuk lain kejang adalah keluhan anak yang sering jatuh. Jika anak jatuh berulang-ulang dan serangannya bisa 10-20 kali itu juga berarti kejang. Adapula anak yang serangan kejangnya hanya bengong atau diam saja. “Kalau saat dipanggil orang tuanya anak bengong, berarti dia sedang terkena kejang. Namanya apsan atau kejang bengong.” Kejang ini biasanya diderita oleh anak yang lebih besar.

Masih kata Irawan, dalam kasus kejang karena epilepsi serangannya bisa terjadi kapan saja. Tapi tidak semua penderita ayan mengeluarkan busa dari mulutnya. “Memang secara umum penderita epilepsi mengeluarkan air liur. Mengapa? Karena ketika kejang terjadi rahang dan reflek menelannya terhenti, sehingga air liurnya terkumpul di mulut dan mengalir keluar,” terang Irawan.

Menurut Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Atillah Dewanti, ketika anak menderita demam tinggi yang disertai kejang, orang tua tidak boleh panik. Mereka harus tenang dan memperhatikan jalan pernafasan anak lancar dan mulutnya tidak tersumbat. Orang tua juga harus menjauhkan anak yang lagi kejang dari bendabenda berbahaya, kemudian memiringkan tubuhnya ke satu sisi. Tujuannya, jika penderita muntah isi mulutnya tidak masuk ke saluran pernapasan bagian bawah. Selama anak kejang orangtua harus mendampingi hingga sadar.

Sebelum kejang demam terjadi, sebetulnya orang tua bisa mengantisipasi dengan mengukur suhu tubuh anak. Anak mengalami kejang jika suhu tubuhnya sudah di atas 38,5 derajat celsius. “Rata-rata 39 derajat, tapi ada juga 38 derajat celsius sudah kejang,” jelas Atillah. “Jika anak sudah kejang, tidak boleh memasukkan apapun ke mulutnya, baik cairan, kopi, sendok atau apapun.”

Kejang, baik karena demam ataupun epilepsi, merupakan suatu kondisi ketika muatan listrik yang berlebihan di otak lepas. Menurut dokter Irfan Perdana, medical affair di PT Actavis Indonesia, dalam kondisi itu pasien tidak sadarkan diri. Tindakan medis untuk memutuskan kejang seketika bisa dengan memberikan obat diazepam rectal melalui dubur anak. “Dalam kondisi kejang tidak mungkin kita masukan obat lewat mulut. Alternatif yang paling baik dengan memberikan diazepam rectal lewat anus. Efeknya langsung dan cepat,” jelas Irfan sambil mengingatkan orang tua harus belajar cara menggunakan obat ini agar tidak menyebabkan dubur anak panas, lecet atau iritasi.

Epilepsi sendiri bukan penyakit keturunan tapi genetik. Penderita bisa sembuh jika yang diderita hanya epilepsi sekunder. Sedangkan untuk epilepsi primer penyembuhannya agak sulit. Penyembuhan bisa dilakukan dengan rajin meminum obat. Penasehat Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), Samino, mengatakan orang tua harus mewaspadai kejang yang berulang karena bisa menurunkan fungsi kognitif atau kecerdasan.

Pengertian Epilepsi

Penyakit menahun akibat aktifitas listrik otak yang abnormal dengan bentuk serangan kejang atau bentuk lain seperti perubahan tingkah laku, kesadaran dan perubahan lain yang timbul tenggelam, baik yang terasa atau terlihat.

Penyebab epilepsi

Kerusakan jaringan akibat sisa dari suatu penyakit (tumor, infeksi, cedera kepala, gangguan pembuluh darah otak, cacat lahir, dan sebagainya). Dapat juga karena penyebab lain yang tidak diketahui atau faktor genetik.

Epilepsi Parsial 

  1.  Sederhana (tanpa gangguan kesadaran) Umumnya berupa kejang dan kadang-kadang berupa kesemutan atau rasa kebal pada satu tempat. Berlangsung beberapa menit/jam.
  2. Kompleks (disertai gangguan kesadaran) Diawali dengan parsial sederhana, diikuti rasa seperti bermimpi, daya ingatnya terganggu, halusinasi, atau kosong pikiran. Seringkali diikuti otomatisme, misalnya mengulang-ulang ucapan, melamun atau berlari-lari tanpa tujuan.
  3. Umum Sekunder Perkembangn dari parsial sederhana atau kompleks menjadi umum.

Pengobatan

Bisa diobati dan bahkan dihilangkan. Penderita sebaiknya mengikuti nasihat dokter dan disiplin minum obat yang diberikan.

Salman Nasution | Agus Hariyanto
  • Paidy

    Pengobatan

    Bisa diobati dan bahkan dihilangkan. Penderita sebaiknya mengikuti nasihat dokter dan disiplin minum obat yang diberikan.

    obatnya apa? kalo luminal bisa bikin hati membesar. ada alternatif obat lain?
    thanks.